<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612</id><updated>2011-12-29T03:26:47.379+07:00</updated><category term='e-Learning'/><category term='Miscellaneous'/><category term='Software Engineering'/><category term='Management'/><category term='Technology'/><category term='My Belief'/><category term='Excellent Biography'/><category term='CEO'/><title type='text'>Fatkhur Riezqa's Blog</title><subtitle type='html'>-- Welcome to My Repository --</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-539680228655485364</id><published>2007-08-25T12:13:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T08:33:13.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-Learning'/><title type='text'>Knowledge Management</title><content type='html'>Menghadapi iklim usaha yang kompetitif, untuk dapat mempertahankan eksistensinya, ada dua hal pokok yang harus selalu dilakukan oleh suatu perusahaan yaitu ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;to create customers&lt;/span&gt;’ dan ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;to innovate&lt;/span&gt;’ sehingga menghasilkan nilai-tambah perusahaan terhadap pesaing. Dalam kenyataannya, proses penciptaan customer dan proses inovasi merupakan rangkaian kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Posisi perusahaan di mata customer sejalan dengan inovasi-inovasi yang mampu dilakukan dan ditawarkan oleh perusahaan. Proses inovasi akan tumbuh subur jika dikembangkan sikap keberanian bereksperimen (menciptakan risiko) dalam suasana kerja yang harmonis yang didukung oleh pengalaman dan pengetahuan yang memadai mengenai lingkup bisnis perusahaan dan perkembangannya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu sudah menjadi kesadaran dan kepentingan berbagai perusahaan untuk memacu proses pembelajaran, baik bagi individu pegawai maupun pada tataran organisasi. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, wawasan dan akhirnya percaya diri yang diharapkan akan menunjang peningkatan kinerja individu dan organisasi untuk menghasilkan nilai-tambah bagi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan proses &lt;span style="font-style:italic;"&gt;learning&lt;/span&gt; (pembelajaran), ada 3 kondisi strategis yang perlu selalu diperhatikan dan diperjelas, yaitu:&lt;br /&gt;1. Apa peran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;learning&lt;/span&gt; dalam perusahaan?&lt;br /&gt;2. Bagaimana iklim, budaya, dan infrastruktur dapat menunjang proses &lt;span style="font-style:italic;"&gt;learning&lt;/span&gt; di perusahaan?&lt;br /&gt;3. Bagaimana kita men-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;justify&lt;/span&gt; kegiatan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;learning&lt;/span&gt; sebagai proses integral dalam bisnis perusahaan?&lt;br /&gt;Jawaban dari tiga pertanyaan di atas akan menunjukkan tingkat keyakinan dan kesiapan suatu perusahaan akan pentingnya proses pembelajaran bagi perusahaan.&lt;br /&gt;Suatu pemahaman yang kurang tepat dalam proses pembelajaran adalah bahwa pembelajaran seringkali diartikan sebagai kegiatan penambahan pengetahuan-pengetahuan baru semata sehingga pengetahuan yang telah ada sebelumnya, yang dimiliki di dalam organisasi, menjadi terabaikan dan tidak dapat diidentifikasi lagi. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, maka diperkenalkan suatu konsep pengelolaan pengetahuan yang disebut dengan “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Knowledge Management&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;Terdapat berbagai definisi tentang apa itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;knowledge management&lt;/span&gt; (KM). Ada yang mengatakan KM adalah suatu proses, suatu kegiatan, suatu benda (entity), suatu kemampuan (capability), bahkan ada pula yang mengatakan bahwa KM adalah suatu cara berpikir. Namun apapun definisinya, KM selalu berbicara mengenai pengelolaan knowledge atau pengetahuan. Oleh sebab itu, adalah penting bagi kita untuk memahami apa yang dimaksud dengan pengetahuan, dan yang lebih penting lagi adalah untuk memahami pengetahuan apa yang telah dimiliki oleh perusahaan dan pengetahuan apa yang harus diperoleh perusahaan agar dapat terus mempertahankan kemampuannya untuk bersaing.&lt;br /&gt;Untuk menyamakan pemahaman, tulisan ini akan diawali dengan uraian mengenai apa yang dimaksud dengan pengetahuan. Kemudian akan disajikan kerangka berpikir yang dapat dipakai perusahaan untuk mengindentifikasikan pengetahuan dan akhirnya, tulisan akan ditutup dengan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam aspek sumber daya manusia di perusahaan setelah perusahaan mengidentifikasikan pengetahuan yang dimiliki serta yang harus dicari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. PENGERTIAN KNOWLEDGE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan atau knowledge, bukanlah data, bukan pula informasi, namun sulit sekali dipisahkan dari keduanya. Perbedaan antara data, informasi dan pengetahuan seringkali hanya pada masalah derajat kedalamannya, dimana pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang lebih mendalam dibandingkan informasi, apalagi data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/Rs-7VShRHNI/AAAAAAAAABM/C6MxCN7WzlY/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/Rs-7VShRHNI/AAAAAAAAABM/C6MxCN7WzlY/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102502877257080018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1 menunjukkan hubungan antara tingkat-tingkat dalam hierarki konsep simbol, data, informasi, dan pengetahuan. Terlihat bahwa simbol merupakan tingkat yang paling dasar dalam hierarki konsep pengetahuan. Setiap ‘gerakan’ ke arah atas, menuju pengetahuan, dikatakan sebagai proses pengayaan (enrichment).&lt;br /&gt;Secara intuitif, kebanyakan orang merasa bahwa pengetahuan merupakan sesuatu yang lebih luas, lebih mendalam, serta lebih kaya dibandingkan informasi, apalagi data. Kebanyakan orang mengatakan seseorang yang berpengetahuan atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;knowledgeable person&lt;/span&gt;, merujuk pada seseorang yang berpendidikan, cerdas, memiliki pemahaman yang mendalam dan dapat dipercaya mengenai suatu subyek. Tidak pernah terdengar orang membicarakan pengetahuan dengan merujuk pada dokumen, memo, atau basis-data yang berpengetahuan, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal tersebut memang dihasilkan oleh orang-orang yang berpengetahuan.&lt;br /&gt;Terdapat dua jenis pengetahuan: pengetahuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;explicit&lt;/span&gt; dan pengetahuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tacit&lt;/span&gt;, yang dapat diekspresikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan = Pengetahuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;explicit&lt;/span&gt; + Pengetahuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tacit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Explicit knowledge&lt;/span&gt; atau pengetahuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;eksplisit&lt;/span&gt;, dapat diekspresikan dalam kata-kata dan angka, serta dapat disampaikan dalam bentuk formula ilmiah, spesifikasi, manual-manual, dan sebagainya. Pengetahuan jenis ini dapat segera diteruskan dari satu individu ke individu lain secara formal dan sistematis.&lt;br /&gt;Di lain pihak, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tacit knowledge&lt;/span&gt; atau pengetahuan terbatinkan, bersifat sangat personal dan sulit dirumuskan, sehingga membuatnya sulit untuk dikomunikasikan atau disampaikan pada orang lain. Perasaan pribadi, intuisi, bahasa tubuh, pengalaman fisik, petunjuk praktis (rule-of-thumb) termasuk dalam jenis pengetahuan terbatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. KERANGKA BERFIKIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Knowledge apa yang dibutuhkan perusahaan?”. Untuk membantu perusahaan mengidentifikasikan pengetahuan apa yang harus dimiliki dan yang sudah dimiliki, diharapkan kerangka berpikir dalam Gambar 2 di bawah ini bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/Rs-7oShRHOI/AAAAAAAAABU/zXc5EltFSKU/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/Rs-7oShRHOI/AAAAAAAAABU/zXc5EltFSKU/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102503203674594530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Gambar 2 ditunjukkan bahwa analisis kesenjangan pengetahuan atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;knowledge gap analysis&lt;/span&gt; pada dasarnya merupakan kegiatan yang sulit sekali dipisahkan dari kegiatan penyusunan strategi perusahaan.&lt;br /&gt;Gambar 3 di bawah menunjukkan hubungan antara strategi perusahaan, strategi pengetahuan, dan manajemen pengetahuan atau KM. Strategi generik yang dikenal bagi strategi pengetahuan adalah codification strategy dan personalisation strategy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/Rs-74ShRHPI/AAAAAAAAABc/6AiUfd7bhKw/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/Rs-74ShRHPI/AAAAAAAAABc/6AiUfd7bhKw/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102503478552501490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedua strategi generik tersebut biasanya didetailkan menjadi empat strategi pengetahuan, yaitu: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Intellectual Asset Management Strategy&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Personal Knowledge Asset Responsibility Strategy&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Knowledge Creation Strategy&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Knowledge Transfer Strategy&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Merujuk pada Gambar 2, untuk menyusun suatu strategi bisnis, umumnya perusahaan melakukan analisis terhadap lingkungan makro dan lingkungan industri untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perusahaan dalam melakukan bisnis. Dari analisis makro dan industri tersebut, diperoleh peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan, ancaman-ancaman yang dapat mengganggu kinerja perusahaan, serta faktor-faktor kunci sukses.&lt;br /&gt;Seperti telah dipahami oleh para praktisi bisnis, faktor-faktor kunci sukses merupakan faktor-faktor yang kritis yang harus sangat diperhatikan oleh semua perusahaan yang ingin beroperasi dalam suatu industri. Dengan bantuan faktor kunci sukses sebagai kriteria, perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap dirinya. Evaluasi internal perusahaan ini akan menghasilkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan, tak ketinggalan pula kelemahan-kelemahan yang harus diperbaiki oleh perusahaan. Dengan mempertimbangkan peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal, serta kekuatan dan kelemahan dari analisis internal perusahaan, dapat ditentukan sasaran perusahaan dan strategi atau cara mencapai sasaran perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Selanjutnya, strategi perusahaan langsung diterjemahkan menjadi hal-hal yang harus dilakukan perusahaan dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun ke depan, sementara kekuatan dan kelemahan perusahaan diterjemahkan menjadi hal-hal yang sudah bisa (mampu) dilakukan oleh perusahaan pada saat ini. Kesenjangan antara apa yang harus dilakukan perusahaan dengan apa yang dapat dilakukan perusahaan dikenal dengan nama kesenjangan strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Identifikasi pengetahuan yang sudah dimiliki oleh perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang saat ini bisa dilakukan oleh perusahaan, pada dasarnya didukung oleh pengetahuan-pengetahuan yang saat ini telah dimiliki perusahaan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan pembuat kue kering (hal yang dapat dilakukan) tentu memiliki pengetahuan mengenai cara membuat kue kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Identifikasi pengetahuan yang harus dimiliki oleh perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah pengetahuan yang sudah dimiliki perusahaan tersebut cukup bagi perusahaan untuk menjalankan strategi bisnisnya?&lt;br /&gt;Merujuk kembali pada faktor-faktor kunci sukses serta strategi perusahaan, dapat diidentifikasi pengetahuan-pengetahuan yang harus dimiliki oleh perusahaan. Perbedaan antara pengetahuan yang harus dimiliki perusahaan dengan pengetahuan-pengetahuan yang sudah dimiliki perusahaan saat ini dikenal dengan sebutan kesenjangan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. IMPLIKASI PADA SUMBER DAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah perusahaan mengidentifikasikan pengetahuan-pengetahuan yang telah dimiliki serta yang masih harus diakuisisi, maka dilakukan analisis terhadap infrastruktur information communication technology atau ICT dan kondisi sumber daya manusia. Analisis kedua komponen KM tersebut tidak diterangkan di sini, demikian pula penyusunan strategi KM yang meliputi harmonisasi antara ketiga komponen KM: content (pengetahuan), people (sumber daya manusia), dan technology (ICT).&lt;br /&gt;Namun penelitian secara empiris menunjukkan adanya permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan akuisisi, berbagi/menularkan (sharing), dan pemanfaatan (utilization) dari knowledge. Beberapa hal yang sering muncul dalam masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Akuisisi&lt;br /&gt;- Perusahaan tidak memiliki kebijakan yang efektif untuk mendukung akuisisi pengetahuan;&lt;br /&gt;- Daya serap karyawan rendah, sehingga kegiatan akuisisi tidak efektif.&lt;br /&gt;• Berbagi&lt;br /&gt;- Karyawan enggan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk berbagi pengetahuan;&lt;br /&gt;- Perusahaan tidak memiliki kebijakan serta praktek berbagi pengetahuan.&lt;br /&gt;• Pemanfaatan&lt;br /&gt;- Karyawan lebih senang menjalani hal-hal yang biasa dilakukan (rutin), enggan menerapkan pengetahuan-pengetahuan baru;&lt;br /&gt;- Perusahaan tidak memiliki kebijakan serta praktek yang mendukung pemanfaatan pengetahuan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu serta pentingnya pengetahuan yang dibutuhkan, perusahaan dapat memilih apakah akuisisi pengetahuan dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pembelajaran atau harus melakukan aliansi strategis dengan perusahaan lain yang memiliki pengetahuan yang diinginkan. Demikian pula dengan berbagi pengetahuan. Sebagai contoh, beberapa perusahaan membentuk tim gabungan lintas fungsi untuk memicu terjadinya ‘penularan’ pengetahuan di antara para anggota tim. Selain itu dapat pula dimanfaatkan orang-orang yang dipandang sebagai unggul, berpengetahuan, dan mempunyai kinerja prima sebagai pemicu penularan pengetahuan. Namun penting sekali untuk disadari bahwa proses berbagi dan pemanfaatan pengetahuan akan terjadi dengan baik bila ada ‘situasi yang bersahabat’. Berperilaku santun pada orang lain adalah hal yang baik karena akan memungkinkan terjadinya penularan pengetahuan melalui iklim yang sarat kerjasama, kesetiaan, kebersamaan, dan kreativitas. Oleh sebab itu, para ahli manajemen pengetahuan seperti Von Krogh, Ichiyo dan Nonaka (dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Enabling Knowledge Creation&lt;/span&gt;, 2000) menyampaikan adanya lima dimensi yang disebutnya sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the dimension of care&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kelima dimensi yang dapat mengatasi hambatan dan melancarkan proses penularan dan pemanfaatan pengetahuan itu adalah:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Membangun rasa saling percaya&lt;/span&gt; di antara para anggota organisasi, terlepas dari kedudukan, kecerdasan, dan kinerja;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berempati secara aktif&lt;/span&gt;, sehingga setiap anggota organisasi bisa mengetahui apa masalah yang dihadapi anggota yang lain dan apakah pengetahuan yang saat ini dimiliki bisa membantu anggota tersebut;&lt;br /&gt;3. Bila empati secara aktif merupakan fondasi berpikir bagi setiap orang bahwa ia bisa membantu orang lain, maka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;akses pada pertolongan&lt;/span&gt; merupakan dimensi ketiga yang membuat setiap orang dalam perusahaan, terutama orang-orang yang ‘lebih’ dibandingkan yang lain, menjadikan dirinya sebagai tempat untuk dimintai pertolongan;&lt;br /&gt;4. Proses penularan tidak dapat berjalan secara sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit. Selain itu, tidak semua orang mempunyai kemampuan yang sama dalam proses belajar. Oleh sebab itu kita harus cukup toleran dalam mengevaluasi kinerja atau kemajuan orang lain dalam proses belajar;&lt;br /&gt;5. Terakhir, tidak akan ada interaksi positif seperti penularan pengetahuan, di antara anggota organisasi, bila masing-masing anggota tidak memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;keberanian&lt;/span&gt; untuk berinteraksi. Berani untuk bereksperimen, berani untuk mengemukakan pendapat atau umpan balik, dan berani menyampaikan gagasan sebagai alternatif solusi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari materi workshop &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Knowledge Management&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;Lembaga Manajemen PPM)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-539680228655485364?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/539680228655485364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=539680228655485364' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/539680228655485364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/539680228655485364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/08/knowledge-management.html' title='Knowledge Management'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/Rs-7VShRHNI/AAAAAAAAABM/C6MxCN7WzlY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-8044532640053176993</id><published>2007-08-09T16:23:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T11:18:51.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Fokus Itu Penting</title><content type='html'>Di dalam buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The 21 Indispensable Qualities for a Leader&lt;/span&gt; karangan Dr John C Maxwell. Dituliskan bahwa Fokus merupakan salah satu dari 21 poin penting syarat sebagai seorang Leader yang baik. Semakin tajam fokus Anda, semakin baik kualitas Anda dalam memimpin. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana agar kita bisa memfokuskan energi dan waktu yang kita miliki?&lt;br /&gt;Tips berikut mungkin akan membantu:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, fokuskan 70% pada kekuatan Anda (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;strength&lt;/span&gt;). Pemain alat musik yang expert pasti akan berfokus pada satu alat musik saja misalkan Ahli pemain Biola mungkin tidak ahli dalam bermain trompet atau piano. Peter Drucker mengatakan (terjemahan bebas versi sofian “Sesungguhnya, tidak ada orang yang mempunyai prestasi buruk, yang ada adalah mengapa hanya sesekali orang tersebut berprestasi baik”. Semua hal yang dilakukan secara rata-rata (universal) tidak akan memberikan kompensasi yang berarti. Kekuatan itu selalu bersifat spesifik yang fokus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, fokuskan 25% kepada hal-hal yang baru. Pertumbuhan sama halnya dengan perubahan. Jika ingin menjadi lebih baik, harus berubah dan memperbaiki diri. Itu artinya bersiaplah untuk memasuki hal-hal yang baru. Jika Anda mencurahkan waktu, energi, perhatian, dan sumber daya kita untuk hal-hal baru yang berkaitan dengan kekuatan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;strength&lt;/span&gt;), maka akan bertambahlah kualitas leader dalam kepemimpinan Anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, dimana fokus 5% sisanya? Barulah fokus kepada kelemahan kita (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;weakness&lt;/span&gt;). Tidak ada seseorang pun di dunia yang tidak memiliki kelemahan. Apa yang harus dilakukan dengan kelemahan kita? Mudah saja, delegasikan kepada orang lain yang memiliki kekuatan di bidang kelemahan kita. Ini yang sering saya lakukan saat ini dalam aktivitas saya sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;System Analyst&lt;/span&gt; yang boleh dikatakan tidak terlalu mahir di bidang programming (walaupun pernah saya tekuni beberapa tahun yang lalu). Ketika ada klien yang butuh berbicara lebih teknis dan spesifik tentang programming, maka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Programmer&lt;/span&gt;-lah yang saya ajak untuk mendampingi saya. Sederhanakan? Bagaimana jika ada orang yang memberikan porsi lebih pada sisi kelemahannya? Jelas dampaknya akan cukup fatal, bahkan bisa-bisa akan menutup 'matahari' yang besar itu. Tidak percaya? Coba ambillah satu koin 500 perak, picingkan salah satu mata Anda dihadapan matahari maka mataharipun akan tertutup dengan koin 500 perak. Ilustrasi tersebut memberikan pemahaman bahwa jika kelemahan yang menjadi fokus, maka jelas akan sulit bagi kita untuk berkembang. Kita kurang bisa melihat kesempatan emas yang ada di sekitar kita. Kita tidak akan bisa melihat kelebihan orang lain, dan pasti pergaulan kita akan terbatas. Dan bisa jadi kita akan merepotkan atau bahkan tidak disukai banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-8044532640053176993?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/8044532640053176993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=8044532640053176993' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/8044532640053176993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/8044532640053176993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/08/fokus-itu-penting.html' title='Fokus Itu Penting'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-1835169368429529574</id><published>2007-08-08T15:32:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T16:24:42.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software Engineering'/><title type='text'>Enterprise Information System (EIS)</title><content type='html'>Sering kita melihat bahwa aplikasi atau software yang dipakai sehari-hari di atas PC atau laptop adalah aplikasi yang sifatnya individual. Artinya aplikasi tersebut hanya digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai itu saja, misal Microsoft Office atau OpenOffice, Photoshop, Acrobat Reader, dan lain-lain. Tentunya hal ini sudah sangat mencukupi jika memang informasi yang diolah hanya diperlukan oleh pemakai tersebut saja. Dengan skala yang sedikit lebih luas, ada juga aplikasi yang melayani kebutuhan suatu bagian atau divisi saja. Misal aplikasi kepegawaian, aplikasi keuangan, aplikasi penjualan, dan sebagainya. Di dalam aplikasi seperti ini, antar pemakai di divisi yang sama bisa saling berbagi informasi dengan mudah.&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana dengan informasi yang harus digunakan oleh divisi atau bagian yang lain? Semua informasi tentang berapa banyak barang yang terjual di divisi Sales apakah dengan mudah bisa langsung diketahui oleh bagian Keuangan dan juga bagian Logistik? Saat-saat seperti inilah kita akan membutuhkan suatu sistem informasi yang bisa menyatukan semua informasi yang ada di masing-masing bagian atau divisi tadi. Pada beberapa literatur, sistem informasi seperti ini sering disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Enterprise Information System&lt;/span&gt; (EIS). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal mendasar dari EIS adalah platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu (single) informasi secara logikal, sehingga Enterprise (perusahaan/organisasi) bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dalam hal ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan, misal LAN (local area network) sehingga antar divisi terhubung secara fisik, tapi juga integrasi proses bisnis masing-masing divisi. Dibutuhkan juga penyatuan semua database secara logikal, sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga pengaksesan informasi untuk semua level di organisasi baik dari staf operasional, supervisor, manajer, maupun direktur. &lt;br /&gt;Contoh EIS yang sering kita dengar adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Enterprise Resource Planning&lt;/span&gt; (ERP), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Customer Relationship Management&lt;/span&gt; (CRM), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Supply Chain Management&lt;/span&gt; (SCM), dan masih banyak yang lainnya. Tantangan terbesar dalam implementasi EIS adalah tingkat kesulitannya. Karena bisa jadi sistemnya sangat kompleks, sehingga membutuhkan waktu yang lama, biaya yang mahal, dan belum tentu berhasil. Walaupun begitu, sekarang makin banyak pilihan untuk solusi EIS ini. Sehingga perusahaan bisa menentukan solusi mana yang paling cocok. Beberapa contoh vendor EIS komersial seperti SAP (www.sap.com), Oracle (www.oracle.com), dan sebagainya. Ada pula aplikasi EIS yang bersifat free (gratis). Dan tidak menutup kemungkinan, EIS juga bisa dibangun sendiri oleh staf IT internal suatu perusahaan, selama memenuhi syarat-syarat tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Surahyo Sumarsono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-1835169368429529574?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/1835169368429529574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=1835169368429529574' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1835169368429529574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1835169368429529574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/08/enterprise-information-system-eis.html' title='Enterprise Information System (EIS)'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-1999174303909019800</id><published>2007-08-07T15:58:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T16:14:37.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Hukum Kepemimpinan</title><content type='html'>Apa yang membedakan seorang manajer yang memiliki karakter "pemimpin" dengan manajer "biasa" walaupun ia telah mengikuti berbagai macam pelatihan kepemimpinan yang sangat keras?&lt;br /&gt;Mengapa ada pemimpin yang seperti ditakdirkan sebagai orang besar, sedangkan ada pemimpin lainnya disalahkan atau menyalahkan diri karena memimpin secara biasa-biasa saja?&lt;br /&gt;Jika menurut anda perbedaan tersebut hanya terletak pada "keberuntungan" atau "kesempatan", pendapat anda tidak sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil dari pemimpin sukses mencapai keberhasilan besar melalui keberuntungan dan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan suatu data statistik, banyak pemimpin besar meraih keberhasilan dalam pekerjaan dan kehidupannya melalui seperangkat hukum kepemimpinan yang mendetail dan merupakan prinsip-prinsip yang telah diujicobakan. Sedangkan manajer "biasa", tanpa mengecilkan usaha mereka dalam menjalankan sistem kepemimpinan lain yang cukup beragam, pada kenyataannya tidak mempunyai banyak kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin sejati.&lt;br /&gt;Dengan menerima kesepuluh prinsip ini atau paling tidak sebagian besar darinya, kesuksesan berada tak jauh dari anda. Berikut adalah ringkasan dari 10 hukum kepemimpinan yang telah diterima dan dikembangkan oleh pelaku-pelaku bisnis dengan landasan yang cukup kuat sehingga memungkinkan seorang manajer "biasa" membuat satu lompatan besar menjadi seorang "pemimpin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hukum 1. Pemimpin memiliki visi&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Visi adalah kunci untuk memahami kepemimpinan. Seorang pemimpin sejati tidak pernah kehilangan kemampuan seperti yang dimiliki anak-anak: berimajinasi/bermimpi. Dan ini mereka wujudkan dalam bentuk visi; yaitu impian tentang masa depan; atau seperti melihat sebuah lukisan besar yang mana pemimpin itu sendiri ikut melukis suatu bagiannya. Dengan demikian, visi menjadi sebuah tantangan dunia bagi setiap pemimpin untuk membuat jejak langkah di sana, melalui kekuatan ide, kepribadian, nilai-nilai diri,&lt;br /&gt;dan harapan.&lt;br /&gt;Bagi pemimpin dan pengikutnya, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan dan memotivasi orang daripada visi untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa. Maka, kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk meraih tujuan yang diminati oleh sebagian besar kelompok tersebut. Di lain pihak, tujuan tersebut menguntungkan bagi mereka. Oleh karena itu, visi bersama haruslah menjadi perasaan yang komprehensif tentang posisi, arah, dan cara hidup untuk meraih tujuan, dan apa yang akan dilakukan ketika tujuan itu teraih. Visi seperti api ungun di perkemahan, dimana orang-orang berkumpul mengelilinginya karena cahaya, energi, kehangatan, dan kebersamaan.&lt;br /&gt;Meski visi adalah impian, namun visi harus fokus dan khas. Visi yang terlalu luas akan membuat pemimpin seolah-olah berada di awang-awang dan kehilangan keberanian untuk mencoba. Visi anda harus berpijak pada kenyataan sehingga tujuan bisa diraih dengan sukses dan tidak mematahkan semangat anda dan orang-orang di sekitar anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hukum 2. Pemimpin memiliki disiplin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini berlaku hukum tak tertulis, apakah kita akan mendisiplinkan diri sendiri atau yang akan didisiplinkan oleh orang lain. Keberhasilan yang berlangsung terus menerus tidak bisa diraih tanpa disiplin, ketekunan, dan usaha. Disiplin merupakan mandat bagi pemimpin untuk meraih tujuan dan visinya.&lt;br /&gt;Salah satu kesalahan besar generasi kita adalah tidak terlalu menghargai pentingnya kedisiplinan. Banyak orang terpengaruh oleh budaya superfisial yang cenderung menolak segala bentuk pengekangan, dan mengikuti dorongan alami diri kita untuk bersikap santai. Kita dengan mudah melupakan fakta bahwa segala sesuatu dalam hidup tidak mungkin diraih tanpa disiplin. Sangat sering terjadi seorang pemimpin meraih sukses pada tingkat tertentu, dan kemudian berhenti dan kehilangan semangat bertarung. Mereka harus kembali pada titik start mereka. Ini dikarenakan mereka kehilangan milik mereka yang berharga, yaitu kedisiplinan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hukum 3. Pemimpin memiliki kebijaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dapat diingat, sedangkan kebijaksanaan menembus batas-batas fisik. Kebijaksanaan adalah sesuatu yang memudahkan kita untuk menggunakan pengetahuan secara benar. Kita hidup di jaman ledakan pengetahuan. Berbagai studi memperlihatkan bahwa setengah dari pengetahuan manusia telah ditemukan satu dekade yang lalu dan seterusnya. Lebih lanjut, pengetahuan kita akan berlipat ganda pada dekade terakhir.&lt;br /&gt;Pemimpin yang efektif selalu mengembangkan pengetahuannya dengan membaca. Mereka mengumpulkan fakta yang diperlukan sehingga tidak terbatasi dirinya dalam mengambil keputusan. Dengan berpengetahuan, seorang pemimpin tidak takut, ragu-ragu, atau khawatir dalam menyelesaikan pekerjaan, dan terbantu untuk mengatasi banyak masalah, sekaligus merupakan alat untuk berproses.&lt;br /&gt;Kebijaksanaan adalah bagaimana menggunakan pengetahuan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya, dan mengembangkan kemampuan untuk menyatakan pendapat. Seorang pemimpin yang efektif memiliki penglihatan kebijaksanaan bukan dari matanya, namun dari dalam dirinya. Kebijaksanaan menuntun diri seorang pemimpin untuk mengenali suatu masalah terlebih dahulu sebelum masalah itu terlanjur menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hukum 4. Pemimpin memiliki keberanian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keberanian seringkali diungkapkan dengan istilah yang berbeda-beda. Ada yang menyatakannya dalam istilah: kegagahan, kepahlawanan, kecerdikan. Tetapi apapun namanya, keberanian tidak pernah dapat didefinisikan. Keberanian adalah suatu jalan untuk mengekspresikan kekuatan di dalam diri kita, inti dari pikiran kita untuk melawan semua keganjilan, peneguhan bagi kita untuk tetap bertahan pada posisi tersebut.&lt;br /&gt;Tingginya gunung Himalaya menantang keberanian seorang pendaki. Kesulitan pekerjaan memotivasi seorang pemimpin, dan kebutuhan akan bersaing memberikan inspirasi bagi pemimpin. Kepemimpinan sejati adalah mengatakan "ya" untuk hidup, tidak menghindar ketika tugas memanggil. Keberanian adalah bertindak dalam ketakutan, bukan tanpa ketakutan. Keberanian adalah melakukan hal yang ditakutkan. Jika anda melakukan sesuatu tanpa takut, itu bukan keberanian.&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah perjuangan yang memerlukan keberanian. Memiliki keberanian berarti melakukan sesuatu yang diyakini benar, dan bersedia menanggung segala resikonya. Ada beberapa alasan untuk menciptakan keberanian: pemimpin sejati ingin hidup untuk sebuah alasan yang benar dan luhur. Pemimpin sejati sadar bahwa orang memperhitungkan mereka, organisasi dan tim mereka, bahkan keluarga mereka. Pemimpin sejati selalu menjaga visinya menyala dalam dirinya. Inilah yang menumbuhkan keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The 10 Laws of Leadership&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bill Newman&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-1999174303909019800?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/1999174303909019800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=1999174303909019800' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1999174303909019800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1999174303909019800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/08/hukum-kepemimpinan.html' title='Hukum Kepemimpinan'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-1994484978362057278</id><published>2007-08-07T11:34:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T16:07:56.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Kedewasaan Seseorang</title><content type='html'>Para ahli psikologi dan psikiater sepakat, bahwa kesuksesan seseorang ditandai dengan berkembangnya prestasi serta kematangan emosinya. Meski tidak ada orang yang menyangkal pernyataan ini, tetapi sedikit orang yang mengetahui secara pasti tentang bagaimana penampilan seseorang yang dewasa atau matang itu, bagaimana cara berpakaian dan berdandannya, bagaimana caranya menghadapi tantangan, bagaimana tanggung jawabnya terhadap keluarga, dan bagaimana pandangan hidupnya tentang dunia ini. Yang jelas kematangan adalah sebuah modal yang sangat berharga.&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang disebut dengan kematangan atau kedewasaan itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan tidak selalu berkaitan dengan intelegensi. Banyak orang yang sangat brilian namun masih seperti kanak-kanak dalam hal penguasaan perasaannya, dalam keinginannya untuk memperoleh perhatian dan cinta dari setiap orang, dalam bagaimana caranya memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain, dan dalam reaksinya terhadap emosi. Namun, ketinggian intelektual seseorang bukan halangan untuk mengembangkan kematangan emosi. Malah bukti-bukti menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Orang yang lebih cerdas cenderung mempunyai perkembangan emosi yang lebih baik dan superior, serta mempunyai kemampuan menyesuaikan diri atau kematangan sosial yang lebih baik.&lt;br /&gt;Kedewasaan pun bukan berarti kebahagiaan. Kematangan emosi tidak menjamin kebebasan dari kesulitan dan kesusahan. Kematangan emosi ditandai dengan bagaimana konflik dipecahkan, bagaimana kesulitan ditangani. Orang yang sudah dewasa memandang kesulitan-kesulitannya bukan sebagai malapetaka, tetapi sebagai tantangan.&lt;br /&gt;Apa sih kedewasaan atau kematangan itu? Menurut kamus Webster, adalah suatu keadaan maju bergerak ke arah kesempurnaan. Definisi ini tidak menyebutkan preposisi ”ke” melainkan ”ke arah”. Ini berarti kita takkan pernah sampai pada kesempurnaan, namun kita dapat bergerak maju ke arah itu.&lt;br /&gt;Pergerakan maju ini &lt;span style="font-style:italic;"&gt;unique&lt;/span&gt; bagi setiap individu. Dengan demikian kematangan bukan suatu keadaan yang statis, tapi lebih merupakan suatu keadaan ”menjadi” atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;state of becoming&lt;/span&gt;. Pengertian ini menjelaskan, suatu kasus misal, mengapa seorang eksekutif bertindak sedemikian dewasa dalam pekerjaannya, namun sebagai suami dan ayah ia banyak berbuat salah. Tak ada seseorang yang sanggup bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan aspek kehidupan dengan kematangan penuh seratus persen. Kewajiban setiap orang adalah menumbuhkan kedewasaan itu di dalam dirinya sendiri, dan menjadi bagian dari dirinya sendiri. Berikut ini ada beberapa kualitas atau tanda mengenai kematangan seseorang:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;1. Dia menerima dirinya sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eksekutif yang paling efektif adalah ia yang mempunyai pandangan atau penilaian baik terhadap kekuatan dan kelemahannya. Ia mampu melihat dan menilai dirinya secara obyektif dan realitis. Dengan demikian ia bisa memilih orang-orang yang mampu membantu mengkompensasi kelemahan dan kekurangannya. Ia pun dapat menggunakan kelebihan dan bakatnya secara efektif, dan bebas dari frustasi-frustasi yang biasa timbul karena keinginan untuk mencapai sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dalam dirinya. Orang yang dewasa mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik, dan senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik. Ia tidak berkepentingan untuk menandingin orang lain, melainkan berusaha mengembangkan dirinya sendiri. Abraham Maslow berkata, ”Orang yang dewasa ingin menjadi yang terbaik sepanjang yang dapat diusahakannya”. Dalam hal ini dia tidak merasa mempunyai pesaing-pesaing.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2. Dia menghargai orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eksekutif yang efektif pun bisa menerima keadaan orang lain yang berbeda-beda. Ia dikatakan dewasa jika mampu menghargai perbedaan itu, dan tidak mencoba membentuk orang lain berdasarkan citra dirinya sendiri. Ini bukan berarti bahwa orang yang matang itu berhati lemah, karena jika kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri seseorang itu sudah sedemikian mengganggu tujuan secara keseluruhan, ia tak segan memberhentikannya. Ukuran yang paling tepat dan adil dalam hubungan dengan orang lain bahwa kita menghormati orang lain, adalah ketiadaan keinginan untuk memperalat atau memanipulasi orang lain tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;3. Dia menerima tanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak dewasa akan menyesali nasib buruk mereka. Bahkan, mereka berpendapat bahwa nasib buruk itu disebabkan oleh orang lain. Sedangkan orang yang sudah dewasa malah mengenal dan menerima tanggung jawab dan pembatasan-pembatasan situasi dimana ia berbuat dan berada. Tanggung jawab adalah perasaan bahwa seseorang itu secara individu bertanggung jawab atas semua kegiatan, atau suatu dorongan untuk berbuat dan menyelesaikan apa yang harus dan patut diperbuat dan diselesaikan. Mempercayakan nasib baik pada atasan untuk memecahkan persoalan diri sendiri adalah tanda ketidakdewasaan. Rasa aman dan bahagia dicapai dengan mempunyai kepercayaan dalam tanggung jawab atas kehidupan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4. Dia percaya pada diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang matang menyambut dengan baik partisipasi dari orang lain, meski itu menyangkut pengambilan keputusan eksekutif, karena percaya pada dirinya sendiri. Ia memperoleh kepuasan yang mendalam dari prestasi dan hal-hal yang dilaksanakan oleh anak buahnya. Ia memperoleh perasaan bangga, bersama dengan kesadaran tanggung jawabnya, dan kesadaran bahwa anak buahnya itu tergantung pada kepemimpinannya. Sedangkan orang yang tidak dewasa justru akan merasa sakit bila ia dipindahkan dari peranan memberi perintah kepada peranan pembimbing, atau bila ia harus memberi tempat bagi bawahannya untuk tumbuh. Seseorang yang dewasa belajar memperoleh suatu perasaan kepuasaan untuk mengembangkan potensi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;5. Dia sabar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang dewasa belajar untuk menerima kenyataan, bahwa untuk beberapa persoalan memang tidak ada penyelesaian dan pemecahan yang mudah. Dia tidak akan menelan begitu saja saran yang pertama. Dia menghargai fakta-fakta dan sabar dalam mengumpulkan informasi sebelum memberikan saran bagi suatu pemecahan masalah. Bukan saja dia sabar, tetapi juga mengetahui bahwa adalah lebih baik mempunyai lebih dari satu rencana penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;6. Dia mempunyai rasa humor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dewasa berpendapat bahwa tertawa itu sehat. Tetapi dia tidak akan menertawakan atau merugikan/melukai perasaan orang lain. Dia juga tidak akan tertawa jika humor itu membuat orang lain jadi tampak bodoh. Humor semestinya merupakan bagian dari emosi yang sehat, yang memunculkan senyuman hangat dan pancaran yang manis. Perasaan humor anda menyatakan sikap anda terhadap orang lain. Orang yang dewasa menggunakan humor sebagai alat melicinkan ketegangan, bukan pemukul orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;7. Dia mempunyai ketabahan, keuletan, dan daya tahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang dewasa bukannya orang yang bebas dari beban. Namun dia selalu mampu bangkit dari goncangan-goncangan hidup, dan tidak berpura-pura seolah-olah semuanya baik. Dia menerima kenyataan bahwa rasa sakit harus dipikul, kesalahan harus diperbaiki, dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyesali keadaan. Kegagalan mungkin meremukkan orang yang lemah, namun bagi mereka yang dewasa, kegagalan menjadi pelajaran yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;8. Dia dapat membuat keputusan-keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dewasa, meski harus dengan sabar mengumpulkan fakta untuk memecahkan persoalan, dapat mengambil keputusan berdasarkan data-data yang kurang lengkap. Dia sadar bahwa terkadang dia harus mengambil tindakan berdasarkan keyakinan terhadap dirinya sendiri. Dia bersedia memikul resiko, namun tetap berdasarkan perkiraan-perkiraan yang terbaik yang dapat diperolehnya. Dia tahu, jika harus menunggu semua kepastian, mungkin sekali dia akan ketinggalan kereta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;9. Dia memiliki integritas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang matang bukanlah orang yang mudah beralih dan menyimpang karena keinginan-keinginan yang muncul tiba-tiba, namun ia dapat beralih dari satu topik ke topik lain tanpa menjadi kacau dan bingung. Dia bukan orang yang menyerak-nyerakkan energinya sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;10. Dia senang bekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang beremosi sehat dan berkepribadian matang tahu bagaimana menikmati pekerjaannya. Dia jarang bermalas-malasan. Dia menghargai pekerjaannya sehingga mendapatkan kepuasan dalam melakukan sesuatu yang baik. Namun demikian banyak orang yang bekerja sebagai bentuk pelarian atau persembunyian dari persoalan berat dan kekecewaan dalam kehidupan pribadinya. Dorongan yang tidak sehat ini memang bisa membuat perusahaan tempat mereka bekerja mendapat keuntungan, tetapi tidak adil bagi diri mereka sendiri. Bagi mereka yang dewasa, bekerja adalah jalan untuk membangun monumen masa depan mereka. Bekerja merupakan jalan untuk menunjukkan dedikasi mereka, dan menjaga diri untuk tidak berkubang dalam kecemasan-kecemasan dan persoalan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;11. Dia mempunyai prinsip-prinsip yang kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang matang dan dewasa tidak mudah menyerah dalam memegang teguh prinsip-prinsipnya, namun ia luwes jika itu bukan untuk kepentingan pribadinya. Dia mempunyai perasaan nilai yang kuat yang menjadi pembimbingnya dalam bertingkah laku. Bagi mereka yang dewasa, perusahaan dipandang sebagai sebuah makhluk hidup yang perlu untuk diasuh dan dilindungi. Ini menjadikan mereka begitu keras dalam menghadapi orang lain jika keberadaan perusahaan perlu diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;12. Dia seimbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang sudah berkepribadian dewasa akan hidup dalam suatu kehidupan yang berkeseimbangan. Dia sanggup bekerja keras namun juga mampu melepaskan diri dari tekanan-tekanan serta menikmati waktu senggangnya. Dia menyadari perannya dalam perspektif yang lebih besar dan lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana Mengukur Kedewasaan Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan adalah proses menjadi (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a process of becoming&lt;/span&gt;). Untuk menilai tingkat kedewasaan anda sendiri, anda perlu melihat dan mencari tanda-tanda pertumbuhan. Bacalah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dan jawablah dengan ”ya” atau ”tidak”. Ingat, tidak ada skor dan tidak ada juga jawaban yang benar atau salah. Daftar pertanyaan ini dapat membantu anda melihat diri anda sendiri secara obyektif. Bila anda mampu melakukannya, anda sudah melangkahkan kaki menuju langkah pertama yang penting bagi pendewasaan diri anda; yaitu menerima diri sendiri.&lt;br /&gt;1–Apakah anda mau menerima tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh bawahan anda?&lt;br /&gt;2–Apakah bisa mendengarkan orang lain dengan sabar walaupun anda tidak setuju dengannya?&lt;br /&gt;3–Apakah anda mau memeriksa kembali pendapat diri anda sendiri yang biasanya anda anggap sebagai sebuah kebenaran dan hal yang pasti?&lt;br /&gt;4–Apakah anda mengambil satu atau dua minggu libur setiap tahunnya?&lt;br /&gt;5–Apakah anda sanggup menerima reaksi atau umpan balik tentang diri anda, termasuk kritik yang tidak menyenangkan perasaan anda?&lt;br /&gt;6–Apakah anda tidak begitu mudah mengalami perasaan dongkol pada teman-teman sekerja anda? Apakah anda mudah dalam menghadapi mereka?&lt;br /&gt;7–Apakah anda berani mengambil sebuah keputusan yang tidak populer mengenai sesuatu yang anda yakini kebenarannya?&lt;br /&gt;8–Apakah anda menyambut gembira saran-saran dan diskusi dengan bawahan anda?&lt;br /&gt;9–Apakah anda merasa percaya diri bahwa anda dapat menangani persoalan-persoalan anda?&lt;br /&gt;10–Apakah anda merasa tenang dalam pertemuan-pertemuan dan konferensi-konferensi?&lt;br /&gt;11–Apakah anda secara sukarela menerima suatu tantangan baru atau tanggung jawab tambahan baru?&lt;br /&gt;12–Apakah anda berusaha untuk memperbaiki keahlian dengan cara membaca buku bermutu, mengikuti seminar, dan belajar?&lt;br /&gt;13–Apakah anda membina pembantu anda sehingga dapat mengambil alih sebagian pekerjaan dan tangung jawab anda?&lt;br /&gt;14–Apakah anda mengembangkan minat baru dalam organisasi sosial, hobi, dan lain-lain?&lt;br /&gt;15–Apakah anda cenderung menolong orang lain ketimbang mengkritiknya?&lt;br /&gt;16–Apakah anda senantiasa memperbaiki kemampuan anda dalam merencanakan dan menggunakan waktu anda?&lt;br /&gt;17–Apakah anda belajar mewakilkan atau mendelegasikan tugas-tugas anda?&lt;br /&gt;18–Apakah anda merasa baik dalam bergaul dengan bawahan anda dan tidak merasa terancam oleh mereka?&lt;br /&gt;19–Apakah anda jarang marah?&lt;br /&gt;20–Apakah anda mampu melihat segi-segi humor dalam kebanyakan peristiwa?&lt;br /&gt;21–Apakah anda mempunyai waktu yang cukup untuk keluarga anda?&lt;br /&gt;22–Apakah anda mempunyai pendapat-pendapat baru mengenai diri anda sendiri?&lt;br /&gt;23–Apakah anda mempunyai sahabat-sahabat baru?&lt;br /&gt;24–Apakah anda mengubah pendapat dan perasaan anda mengenai beberapa hal?&lt;br /&gt;25–Apakah anda bisa hidup tenang dengan persoalan yang belum anda temukan pemecahaannya?&lt;br /&gt;26–Apakah cukup banyak orang yang meminta dan mencari nasehat atau bantuan dari anda?&lt;br /&gt;27–Apakah anda semakin banyak melakukan sesuatu dengan lebih sedikit usaha?&lt;br /&gt;28–Apakah anda mempunyai sesuatu keyakinan yang semakin kuat tentang kebenaran-kebenaran dasar, mengenai agama, filsafat, yang anda yakini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diringkas dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Effective Psychology for Manager&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mortimer R. Feinberg, Ph.D&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-1994484978362057278?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/1994484978362057278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=1994484978362057278' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1994484978362057278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1994484978362057278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/08/kedewasaan-seseorang.html' title='Kedewasaan Seseorang'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-6471292409414073520</id><published>2007-08-07T11:19:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T11:32:58.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Think Outside the Box</title><content type='html'>Di dalam sebuah ujian Fisika di Universitas Copenhagen, seorang dosen penguji mengajukan pertanyaan kepada salah seorang mahasiswanya: &lt;br /&gt;”Jelaskan bagaimana mengukur tinggi suatu  bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer.” &lt;br /&gt;Mahasiswa tersebut menjawab: "Ikatlah leher barometer itu dengan seutas tali panjang, lalu turunkan barometer dari pucuk gedung pencakar langit sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit." &lt;br /&gt;Jawaban yang luar biasa "orisinil" ini membuat dosen penguji begitu geram. Akibatnya si mahasiswa langsung tidak diluluskan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Si mahasiswa naik banding, karena menurutnya kebenaran atas jawaban itu tidak bisa disangkal. Kemudian universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasus itu. Arbiter menyatakan bahwa jawaban itu memang benar dan tidak bisa disangkal, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai ilmu fisika. &lt;br /&gt;Untuk mengatasi permasalahan itu, disepakati untuk memanggil si mahasiswa, dan memberinya waktu enam menit untuk memberikan jawaban verbal yang menunjukkan latar belakang pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu fisika. Selama lima menit, si mahasiswa duduk tepekur, dahinya berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu sudah hampir habis. &lt;br /&gt;Mahasiswa itu menjawab bahwa ia sudah memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi tidak bisa memutuskan yang mana yang akan dipakai. Saat diingatkan arbiter untuk bersegera memberikan jawaban, si mahasiswa menjelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Pertama-tama, ambillah barometer dan bawalah sampai ke atap pencakar langit. Lemparkan ke tanah, lalu ukurlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah. Ketinggian bangunan bisa dihitung dari rumus H = 0.5x g x t kwadrat. Tetapi kan sayang barometernya jadi pecah." &lt;br /&gt;"Atau, bila matahari sedang bersinar, anda bisa mengukur tinggi barometer, tegakkan di atas tanah, dan ukurlah panjang bayangannya. Setelah itu, ukurlah panjang bayangan pencakar langit, sehingga hanya perlu perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana untuk menetapkan ketinggian pencakar langitnya."&lt;br /&gt;"Tapi kalau anda betul-betul ingin jawaban ilmiah, anda bisa mengikat seutas tali pendek pada barometer dan menggoyangkannya seperti pendulum. Mula-mula lakukan itu di permukaan tanah lalu di atas pencakar langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas dasar perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 phi akar dari (l/g)."&lt;br /&gt;"Atau kalau pencakar langitnya memiliki tangga darurat di bagian luar, akan mudah sekali untuk menaiki tangga, lalu menggunakan panjangnya barometer sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan, sehingga tinggi pencakar langit = penjumlahan seluruh satuan barometernya pada dinding pencakar langit."&lt;br /&gt;"Bila anda hanya ingin membosankan dan bersikap ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer untuk mengukur tekanan udara pada atap pencakar langit dan di permukaan tanah, lalu mengkonversikan perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk memperoleh ketinggian bangunan." &lt;br /&gt;"Tetapi karena kita senantiasa ditekankan agar menggunakan kebebasan berpikir (think outside the box) dan menerapkan metoda-metoda ilmiah, tentunya cara paling tepat adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan mengatakan: ’Bila Anda menginginkan barometer baru yang cantik ini, saya akan memberikannya pada Anda jika anda memberitahukan kepada saya berapa ketinggian pencakar langit ini.” &lt;br /&gt;Melihat jawaban yang diberikan kepada arbiter, semua orang sadar bahwa mahasiswa ini tidak bodoh, tetapi pertanyaan penguji telah menggiringnya ke arah jawaban yang tidak dikehendaki penguji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Niels Bohr&lt;/span&gt;, warga Denmark genius yang kelak akan memenangkan hadiah Nobel untuk bidang Fisika.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-6471292409414073520?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/6471292409414073520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=6471292409414073520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/6471292409414073520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/6471292409414073520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/08/think-outside-box.html' title='Think Outside the Box'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-3577812150873427806</id><published>2007-07-20T17:49:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T08:33:14.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-Learning'/><title type='text'>e-Learning: Sebuah Proses Spiralisasi Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;br \&gt;Teringat beberapa tahun yang lalu, ketika pertama kali mendapat kesempatan arubaito (kerja part-time) sebagai programmer di beberapa perusahaan di Jepang. Yang terpikirkan saat itu adalah keuntungan materi dan pengalaman yang akan saya dapat. Waktu terus berjalan, perusahaan demi perusahaan saya hampiri, pengalaman demi pengalaman saya dapatkan. Dari menjadi sistem engineer, network administrator, programmer, lecturer, sampai konsultan pun sudah pernah saya jalani.&lt;br /&gt;Dan tanpa saya sadari, ternyata ada satu hal penting yang telah saya lupakan. Pengalaman dan pengetahuan yang saya lalui, juga know-how yang saya kuasai, sebenarnya belumlah menjadi pengetahuan yang benar-benar berguna. Atau dengan kata lain, saya belum “menghidupkan” pengetahuan yang saya miliki secara berkesinambungan untuk diri sendiri, dan juga dalam kemasan pengetahuan yang bisa mencerahkan orang lain. Jadi saya belum mengubahnya menjadi sesutu yang bermanfaat secara luas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses Spiralisasi Pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi melalui bukunya berjudul “The Knowledge Creating Company” [Nonaka95] mengupas dengan indah fenomena ini. Pengetahuan (knowledge) manusia pada hakekatnya terbingkai menjadi dua: explicit knowledge dan tacit knowledge. Explicit knowledge adalah pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan dapat berfungsi sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain. Sedangkan tacit knowledge merupakan pengetahuan yang berbentuk know-how, pengalaman, skill, pemahaman, maupun rules of thumb. Yang juga disebut oleh Michael Polyani (pengarang buku the tacit dimension) sebagai fenomena “pengetahuan kita jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan”.&lt;br /&gt;Suatu pengetahuan untuk bisa menjadi “lebih hidup” dan bermanfaat secara luas harus melewati fase “pengubahan”, atau Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi menyebutnya sebagai suatu dalam proses knowledge spiral (lihat Gambar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RqCVUYvo5VI/AAAAAAAAABE/elqgmNjpN04/s1600-h/spiral.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RqCVUYvo5VI/AAAAAAAAABE/elqgmNjpN04/s320/spiral.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089231756400846162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri lebih senang menyebut proses itu dengan Spiralisasi Pengetahuan. Dan inilah ternyata hal penting yang tidak saya lakukan. Saya terlupa untuk mengadakan spiralisasi pengetahuan yang akarnya terbagi menjadi empat:&lt;br /&gt;Yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt; adalah proses eksternalisasi (externalization), yaitu mengubah tacit knowledge yang kita miliki menjadi explicit knowledge. Bisa dengan menuliskan know-how dan pengalaman yang kita dapatkan dalam bentuk tulisan artikel atau bahkan buku apabila perlu. Dan tulisan-tulisan tersebut akan sangat bermanfaat bagi orang lain yang sedang memerlukannya. 14 abad yang lalu,&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan konsep yang mirip dengan proses eksternalisasi ini, dalam ucapan beliau yang sangat terkenal, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.&lt;br /&gt;Yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kedua&lt;/span&gt; adalah proses kombinasi (combination), yaitu memanfaatkan explicit knowledge yang ada untuk kita implementasikan menjadi explicit knowledge lain. Proses ini sangat berguna untuk meningkatkan skill dan produktifitas diri sendiri. Kita bisa menghubungkan dan mengkombinasikan explicit knowledge yang ada menjadi explicit knowledge baru yang lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;Yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ketiga&lt;/span&gt; adalah proses internalisasi (internalization), yakni mengubah explicit knowledge sebagai inspirasi datangnya tacit knowledge. Dari keempat proses yang ada, mungkin hanya inilah yang telah kita lakukan. Bahasa lainnya adalah learning by doing. Dengan referensi dari manual dan buku yang ada, saya mulai bekerja, dan saya menemukan pengalaman baru, pemahaman baru dan know-how baru yang mungkin tidak saya dapatkan dari buku tersebut.&lt;br /&gt;Yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;keempat&lt;/span&gt; adalah proses sosialisasi (socialization), yakni mengubah tacit knowledge ke tacit knowledge lain. Ini adalah hal yang juga terkadang sering kita lupakan. Kita tidak manfaatkan keberadaan kita pada suatu pekerjaan untuk belajar dari orang lain, yang mungkin lebih berpengalaman. Proses ini membuat pengetahuan kita terasah dan juga penting untuk peningkatan diri sendiri. Yang tentu saja ini nanti akan berputar pada proses pertama yaitu eksternalisasi. Semakin sukses kita menjalani proses perolehan tacit knowledge baru, semakin banyak explicit knowledge yang berhasil kita produksi pada proses eksternalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengambil Pelajaran dari Matsushita Electric&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi mengilustrasikan fenomena spiralisasi pengetahuan sebagai hasil dari pengalaman perusahaan matsushita electric dalam mengembangkan mesin pembuat roti.&lt;br /&gt;Konon pada era tahun 1985, matsushita electric menemui kesulitan besar dalam produksi mesin pembuat roti. Mereka selalu gagal dalam percobaan yang dilakukan. Kulit luar roti yang sudah gosong padahal dalamnya masih mentah, pengaturan volume dan suhu yang tidak terformulasi, adalah pemandangan sehari-hari dari percobaan yang dilakukan.&lt;br /&gt;Adalah seorang pengembang software matsushita electric bernama Ikuko Tanaka yang akhirnya mempunyai ide cemerlang untuk pergi magang langsung ke pembuat roti ternama di Osaka International Hotel. Dia dibimbing langsung oleh sang pembuat roti ternama tersebut untuk belajar bagaimana mengembangkan adonan dan teknik khusus lainnya. Selesai magang dia presentasikan seluruh pengalaman yang didapat. Pada engineer matsushita electric menerjemahkannya dengan penambahan part khusus dan melakukan perbaikan lain pada mesin. Percobaan yang dilakukan akhirnya sukses. Dan produk mesin pembuat roti tersebut akhirnya memecahkan rekor penjualan alat perlengkapan dapur terbesar pada tahun pertama pemasaran.&lt;br /&gt;Ilustrasi di atas adalah sebuah kasus keberhasilan proses spiralisasi pengetahuan. Dan sebenarnya kita bisa menerjemahkannya ke dalam suatu hal yang sederhana dan dalam perspektif apapun, baik dalam lingkungan kerja yang sedang kita jalani, dalam kehidupan bermasyarakat, maupun dalam proses pendidikan keluarga dan anak.&lt;br /&gt;Menguraikan pengalaman dalam bentuk sebuah tulisan yang bisa dimengerti orang lain. Kemudian meningkatkan diri dengan belajar dari sumber lain untuk mengembangkan tulisan tersebut menjadi tulisan lain yang lebih berbobot. Menikmati proses learning by doing sebagai sebuah proses mematangkan diri. Dan tidak melewatkan untuk belajar secara langsung dari orang lain yang lebih berpengalaman apabila ada kesempatan. Adalah prinsip dasar dari proses spiralisasi pengetahuan. Hasil yang ingin kita dapatkan dari proses tersebut adalah bermunculannya pengetahuan-pengetahuan baru yang lebih berguna dalam perspektif bagi pemiliknya maupun juga untuk orang lain yang ingin memanfaatkannya.&lt;br /&gt;Saya sendiri saat ini bersama-sama rekan yang lain sedang kembali menerawang ke belakang, mencoba mengumpulkan tacit-tacit knowledge yang pernah kami miliki dan mengubahnya dalam bentuk explicit knowledge dalam bentuk sebuah komunitas pembelajaran bersama, yang biasa kita sebut sebagai komunitas &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;e-Learning&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Romi Satria Wahono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-3577812150873427806?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/3577812150873427806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=3577812150873427806' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3577812150873427806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3577812150873427806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/e-learning-sebuah-proses-spiralisasi.html' title='e-Learning: Sebuah Proses Spiralisasi Pengetahuan'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RqCVUYvo5VI/AAAAAAAAABE/elqgmNjpN04/s72-c/spiral.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-5277224435253319395</id><published>2007-07-19T16:24:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T16:18:57.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Profesionalisme dengan Keimanan</title><content type='html'>Allah SWT berfirman dalam QS Al-Isra' ayat 84 yang artinya, ”Katakanlah, tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (keahlian dan profesinya) masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”&lt;br /&gt;Bekerja sesuai dengan kecenderungan, keahlian, dan profesi yang ditekuni, bagi seorang Muslim merupakan suatu keniscayaan. Karena, hal ini akan menyebabkan hasil yang dicapai relatif lebih optimal. Apalagi jika disertai dengan ketekunan dan kesungguhan, maka dipastikan akan mengundang rahmat, pertolongan, dan cinta Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal tersebut, sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah SWT mencintai seseorang yang apabila mengerjakan suatu pekerjaan, dilakukannya dengan penuh kesungguhan (itqan).”&lt;br /&gt;Sebaliknya, bekerja yang dilakukan tanpa didasari keahlian dan pengetahuan yang berkaitan dengannya, tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Bekerja tanpa keahlian dan pengetahuan juga dianggap sebagai suatu bentuk ketidakamanahan terhadap tugas dan tanggung jawab. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, ”Jika suatu amanah telah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancurannya.” Beliau ditanya, bagaimanakah bentuk menyia-nyiakan amanah itu? Beliau menjawab, ”Jika suatu pekerjaan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.”&lt;br /&gt;Dari ayat dan hadits-hadits tersebut di atas bisa dipahami pula bahwa profesionalitas yang sesungguhnya adalah jika disertai dengan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT yang memiliki sifat rahman dan rahim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, bukan keahlian yang semata-mata mengandalkan pada keterampilan akal pikiran dan raga semata-mata. Perpaduan kedua hal ini (profesionalisme dengan keimanan) akan melahirkan hasil yang bukan saja bersifat maksimal sesuai dengan harapan dan cita-cita, akan tetapi juga bersifat abadi dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Karena itu, setiap Muslim dituntut memiliki keahlian yang mumpuni dalam suatu bidang pekerjaan tertentu, disertai dengan keimanan dan keyakinan yang kuat, agar semuanya melahirkan amal shaleh yang pahalanya tidak akan pernah terputus, seperti digambarkan dalam QS At-Thin ayat 6, ”Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tidak terputus-putusnya.” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu A'lam bi Ash-Shawab.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;KH Didin Hafidhuddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-5277224435253319395?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/5277224435253319395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=5277224435253319395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/5277224435253319395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/5277224435253319395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/profesionalisme-dengan-keimanan.html' title='Profesionalisme dengan Keimanan'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-3944364370509828806</id><published>2007-07-19T16:09:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T16:27:07.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Majikan dan Pekerja</title><content type='html'>Hari Buruh seringkali dijadikan momen oleh para pekerja untuk berdemonstrasi, menggugat majikan dan menuntut segala hal yang menjadi hak mereka. Ini tak perlu terjadi seandainya selama ini hubungan antara pekerja dan majikan terjalin harmonis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keharmonisan antara pekerja dan majikan akan terjalin bila setiap pihak memandang pekerjaannya sebagai lahan ibadah. Dalam Islam, bekerja adalah ibadah. Bekerja menjadi bukti dan manifestasi keimanan seseorang. Dalam Alquran terdapat ratusan kata ”iman” yang diikuti dengan kata ”amal”. Allah SWT berfirman, ”Barang siapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh (bekerja dengan baik).” (QS Al kahfi [18]:110). Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada satu makanan yang dimakan seseorang, yang lebih baik daripada makanan hasil usahanya sendiri.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;Motivasi seorang Muslim dalam bekerja, baik itu posisinya sebagai majikan ataupun pekerja, bukanlah sekadar mengejar upah/gaji, namun juga mengejar keridhaan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang melakukan pekerjaannya dengan baik dan tekun.” (HR Baihaqi).&lt;br /&gt;Keharmonisan antara pekerja dan majikan akan terbangun bila setiap pihak menunaikan perannya dengan baik dan profesional. Pekerja bekerja dengan penuh disiplin, amanah, dan tanggung jawab. Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah adalah Zat yang terbaik dan sangat mencintai yang baik dan tidak menerima sesuatu kecuali jika dilakukan dengan baik.” (HR Baihaqi).&lt;br /&gt;Majikan pun demikian, harus menunaikan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan rasa kepedulian. Majikan harus mampu memenuhi hak-hak pekerjanya serta berinteraksi dengan penuh empati dan kasih sayang. Rasulullah SAW berkata kepada Ma'rur bin Suwaid, ”Janganlah engkau membebani pekerjaan kepada mereka jika hal tersebut akan memberatkannya. Tapi, jika engkau menyuruhnya juga, maka hendaklah engkau turut membantunya.” &lt;br /&gt;Dalam hadis lain Rasul SAW bersabda, ”Barang siapa mempekerjakan seseorang, hendaklah dia memberitahukan gajinya dan jangan mempekerjakan seseorang sebelum menjelaskan gajinya.” (HR Baihaqi dan Ibnu Hanbal). Jadi, sudah menjadi suatu keniscayaan bahwa pantang bagi majikan Muslim menahan atau bahkan mengurangi gaji pekerjanya. Demikianlah hubungan perburuhan dalam Islam. Majikan dan pekerja seharusnya mampu bekerja sama secara harmonis agar laju pekerjaan berlangsung efektif dan bernilai ibadah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu a'lam bish-shawab. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rashid Satari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-3944364370509828806?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/3944364370509828806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=3944364370509828806' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3944364370509828806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3944364370509828806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/majikan-dan-pekerja.html' title='Majikan dan Pekerja'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-1248975630786596140</id><published>2007-07-19T15:56:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T16:23:18.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Bekerja dan Beribadah</title><content type='html'>Hidup adalah gerak dan bekerja. Hidup tanpa kerja adalah hampa. Persoalannya adalah bagaimana agar pekerjaan itu memiliki nilai. Dan apa motif yang mendasari pekerjaan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manusia diciptakan Allah SWT untuk beribadah. Islam tidak membatasi makna ibadah hanya ritual keagamaan, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji. Tapi lebih dari itu, semua pekerjaan keduniawian bisa memiliki arti ibadah. Artinya, bukan hanya materi yang kita dapat, tetapi juga ridha dan pahala dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Petani yang bekerja di sawah, pegawai yang bekerja di kantor, pedagang, nelayan, pengusaha, semua pekerjaan itu bisa bernilai ibadah manakala memenuhi beberapa syarat, seperti yang dituliskan Imam al-Ghazali dalam bukunya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al-Ibadah fi al-Islam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pekerjaan itu jelas bukan kategori yang diharamkan Allah SWT, seperti bertransaksi dengan cara riba, menjual narkoba atau miras, bekerja di tempat maksiat, dan memperdagangkan wanita. Pekerjaan itu juga harus dibarengi dengan niat kebaikan dan ikhlas.&lt;br /&gt;Bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi, menafkahi keluarga, memakmurkan bumi sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. Bekerja bukan untuk menumpuk harta, riya', bermegah-megahan, atau ingin dihormati orang lain.&lt;br /&gt;Berikutnya, rutinitas pekerjaan itu tidak membuatnya lalai dan meninggalkan ibadah ritual. ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al-Munafiqun: 9).&lt;br /&gt;”Laki-laki yang tidak lalai oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayar zakat.” (QS An-Nuur: 37).&lt;br /&gt;Selanjutnya Imam al-Ghazali mengingatkan agar pekerjaan itu tidak dilakukan dengan cara merampas hak orang lain, mengkhianati, berlaku curang, dan menipu. Pekerjaan harus dilakukan secara profesional, cermat, dan baik. Artinya, pekerjaan itu harus dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan terkait. ”Sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang melakukan pekerjaannya dengan profesional.” (HR Baihaqi).&lt;br /&gt;Sebagai Muslim, kita harus berusaha menjadikan setiap pekerjaan memiliki nilai ibadah, memberi keuntungan materi dunia, dan pahala untuk kepentingan akhirat. Ukuran paling sederhana adalah kesucian niat dan keikhlasan melakukan pekerjaan, bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk melakukan pekerjaan secara baik dan benar harus didasarkan pada ilmu-ilmu yang terkait dengan bidangnya. Namun, ilmu-ilmu itu pun harus tidak bertentangan dengan Alquran dan hadis Rasulullah SAW.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-1248975630786596140?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/1248975630786596140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=1248975630786596140' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1248975630786596140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1248975630786596140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/bekerja-dan-beribadah.html' title='Bekerja dan Beribadah'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-2107026778224434872</id><published>2007-07-19T15:48:00.000+07:00</published><updated>2007-07-19T15:51:24.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Pemimpin Teladan</title><content type='html'>Ali bin Abi Thalib merupakan salah seorang khalifah yang rajin mengirim pesan-pesan tertulis kepada para bawahannya. Dalam surat kepada Gubernur Al Asthar di Kairo, Amirul Mukminin menulis, ”Pemimpin itu harus bisa melihat dengan mata rakyat, harus mengerti bahasa rakyat, dan merasakan perasaan rakyat. Memajukan kemakmuran rakyat adalah tugas setiap pemimpin.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nasihat tersebut menjelaskan betapa seorang pemimpin memikul tanggung jawab yang tidak ringan di hadapan umat dan di hadapan Tuhan. Dalam sejarah, tidak sulit mencari pemimpin di kala keadaan serba menguntungkan serta fasilitas yang lengkap. Namun, sulit dan mahal untuk mendapatkan pemimpin sejati yang tabah bertahan dan rela menderita bersama rakyatnya dalam masa sulit, jauh dari fasilitas yang diinginkan. &lt;br /&gt;Prof Dr Ahmad Syalaby dalam buku Masyarakat Islam (1961) melukiskan persaudaraan dan kebersamaan yang terbina dalam kehidupan umat Islam di zaman Khalifah al Rasyidin. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, umat Islam di sekitar Madinah ditimpa bencana kelaparan yang telah menyebabkan wabah penyakit dan kematian. Kelaparan dan penderitaan rakyat itu dirasakan oleh Umar sebagai penderitaan bagi dirinya. Karena itu, beliau bersumpah tidak akan mengecap daging dan minyak samin. ”Bagaimana saya dapat mementingkan keadaan rakyat, kalau saya sendiri tiada merasakan apa yang mereka derita,” begitu kata Khalifah Umar yang amat berkesan pada waktu itu.&lt;br /&gt;Kali lain, Umar bin Khathab pernah berkata, ”Kalau negara makmur, biar saya yang terakhir menikmatinya, tapi kalau negara dalam kesulitan biar saya yang pertama kali merasakannya.” Sampai seorang sahabat pernah berkata, bila Allah tak segera mengakhiri bencana itu, maka Umar adalah orang pertama yang mati kelaparan.&lt;br /&gt;Teladan kepemimpinan Umar bin Khathab ditemukan kembali pada sosok Umar bin Abdul Aziz, di masa pemerintahan Bani Umayyah tahun 717-720 M. Istri Umar bin Abdul Aziz, ketika menjawab pertanyaan orang-orang yang datang bertakziah atas wafatnya pemimpin teladan ini, menceritakan, ”Demi Allah, perhatiannya kepada kepentingan rakyat lebih besar daripada perhatiannya kepada kepentingan dirinya sendiri. Dia telah serahkan raga dan jiwanya bagi kepentingan rakyat.”&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, ”Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban (di hadapan Allah) tentang kepemimpinannya.” Maka, betapa tak terpujinya para pemimpin yang hanya berorientasi melanggengkan kekuasaan dan melupakan penderitaan rakyatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemimpin yang Adil&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berbuat adil dan berbuat kebajikan.” (An-nahl [16]: 90). Secara bahasa, adil adalah sikap tengah-tengah di antara dua hal. Dalam ayat di atas, terjadi penafsiran yang beragam tentang adil, tetapi pendapat yang paling kuat mengatakan bahwa adil adalah sikap moderat dalam segala hal; tidak ekstrem tapi juga tidak lalai. &lt;br /&gt;Adil dalam beragama berarti tidak berlebihan dalam beribadah yang sampai pada tingkatan tercela menurut agama. Sebaliknya, tidak lalai dalam ibadah dengan meninggalkan sebagian aturan Ilahi. Tokoh sufi, Al-Qusyairi, mengatakan, Allah memerintahkan manusia untuk berbuat adil pada tiga hal. Adil kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada makhluk lain. Adil kepada Allah berarti mendahulukan hak Allah daripada kepentingan dirinya, mementingkan ridha-Nya dan mengalahkan hawa nafsu, serta menjauhi semua larangan-Nya. &lt;br /&gt;Adil kepada diri sendiri adalah mencegah diri dari setiap hal yang menyebabkan mudharat. Dan, menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Sementara, adil kepada makhluk adalah menasihati (mengingatkan) bila salah, tidak berkhianat, dan tidak menyakiti, baik dengan perkataan atau perbuatan, secara tersembunyi maupun terang-terangan. &lt;br /&gt;Banyak keutamaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang berlaku adil, terutama kepada para pemimpin yang adil. Pertama, Allah mencintai hambanya yang berlaku adil. ”Dan berbuat adillah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.” (Alhujurat [49]: 9).&lt;br /&gt;Kedua, pemimpin yang adil akan menjadi salah satu golongan yang akan mendapatkan naungan Allah SWT pada hari akhir. Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda, ”Di antara penghuni surga ialah tiga orang; orang yang memiliki kekuasaan lalu berbuat adil dan mendapat bimbingan dari Allah; orang yang memiliki sifat penyayang dan lembut hati kepada keluarga dekatnya; dan setiap Muslim serta orang yang tidak mau meminta-minta sementara ia menanggung beban keluarga yang banyak jumlahnya.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;Bagaimana ciri-ciri pemimpin yang adil? Rasulullah bersabda, ”Sebaik-baik pemimpin kalian ialah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian; kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian.” (HR Muslim). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-2107026778224434872?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/2107026778224434872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=2107026778224434872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2107026778224434872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2107026778224434872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/pemimpin-teladan.html' title='Pemimpin Teladan'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-5660754164173548448</id><published>2007-07-19T15:25:00.000+07:00</published><updated>2007-07-19T15:29:59.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Excellent Biography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Rasulullah SAW: Sang Idola</title><content type='html'>”Nabi tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Beliau selalu memaafkan,” tutur Aisyah ketika ditanya tentang keluhuran akhlak Rasulullah SAW. Bahkan, dalam suatu kesempatan, Aisyah berkata, ”Akhlak Nabi itu Alquran.” (HR Abu Dawud dan Muslim). Karenanya, Rasulullah SAW dijuluki sebagai The Living Quran (Alquran hidup). Dan adalah beliau suri teladan kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat Alquran dan hadis yang menjadi saksi keajaiban Rasulullah SAW sejak sebelum lahir hingga akhir hayatnya. Sebelum lahir, banyak yang memperkirakannya sebagai nabi akhir zaman. Setelah lahir, beliau menggemparkan jagat dengan pertanda kenabiannya.&lt;br /&gt;Sebelum menjadi nabi, Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang jujur dan terpercaya. Ia selalu diikuti dan usulannya selalu dipatuhi. Setelah menjadi nabi, banyak mukjizat yang belum pernah diberikan kepada para nabi dan rasul sebelumnya.&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW wafat, miliaran orang menganut agama dan ajarannya. Suatu keajaiban yang bila tanpa campur tangan dari-Nya, mustahil terjadi.&lt;br /&gt;Bila tidak cukup, simaklah kesaksian para sahabat. Al-Barra' bin Azib, misalnya, bersaksi akan fisik beliau. ”Wajah Nabi itu sangat tampan. Bentuk fisik beliau ideal dan proporsional, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Pundak beliau lebar. Saya belum pernah melihat apa pun yang lebih indah dari pada beliau.”&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga sangat rendah hati. Walau seorang pemimpin agung, beliau tidak mau disanjung dan dihormati serta dielu-elukan. Anas bin Malik RA berkata, ''Para sahabat yang mau berdiri menyambut kehadiran Rasulullah, tidak jadi berdiri, ketika tahu bahwa Rasulullah tidak mau dihormati seperti itu.'' (HR Ahmad).&lt;br /&gt;Walau beliau sibuk dengan pekerjaannya, tapi jika mendengar azan, beliau segera ke masjid. Belum pernah Rasulullah shalat di rumah kecuali shalat sunah. Sifat Rasulullah yang lain ialah mudah berkomunikasi dengan siapa pun, berlaku sopan, lemah lembut, sabar, tidak pernah marah walau disakiti, namun wajah beliau akan berubah merah padam bila melihat kemungkaran atau hak-hak Allah diinjak-injak dan dihina.&lt;br /&gt;Sehingga, tidaklah berlebihan kalau Allah sendiri memujinya, ''Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.'' (QS Al Ahzab [33]: 21). &lt;br /&gt;Semua kelebihan itu sudah cukup membuatnya pantas diidolakan sepanjang masa. Sebagai umat yang mengidolakannya, sudah pantas bila sejarah hidup Nabi SAW mulai dari pra kelahiran hingga wafat kita ketahui dan teladani. Bukti sejarah menunjukkan hal itu.&lt;br /&gt;Namun, hanya segelintir orang yang mengetahui sejarah hidup beliau. Andai saja semua informasi Nabi SAW kita ketahui seperti kita mengetahui informasi dari para artis idola, tentu hidup kita lebih tertata. Padahal, tak ada alasan untuk tidak mengidolakan Nabi SAW, apalagi kita sebagai umatnya.&lt;br /&gt;Hanya ada dua pilihan yang diberikan Allah SWT pada manusia terkait dengan Nabi dan ajaran yang dibawanya, beriman atau ingkar. ''Siapa saja yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan siapa saja yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.'' (QS Al-Kahfi: 29).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-5660754164173548448?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/5660754164173548448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=5660754164173548448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/5660754164173548448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/5660754164173548448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/rasulullah-saw-sang-idola.html' title='Rasulullah SAW: Sang Idola'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-8859878795374950591</id><published>2007-07-19T14:58:00.000+07:00</published><updated>2007-07-19T15:12:45.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Excellent Biography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Al Fatih: Sosok Pemimpin Pemberani</title><content type='html'>Umurnya baru 22 tahun ketika dilantik sebagai khalifah. Namun, Sultan Muhammad II bergelar Al Fatih itu berani dan yakin memutuskan membebaskan ibukota Romawi Timur, Konstantinopel (kini Istanbul), untuk mewujudkan janji Nabi Muhammad SAW bahwa, "Konstantinopel akan ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka, orang yang berkuasa di sana adalah sebaik-baiknya penguasa, dan tentaranya adalah sebaik-baiknya serdadu." (HR Ahmad). Dua tahun kemudian (tahun 1453) beliau sukses memenuhi janji Nabi (Dr Ali M Ash Shalabi dalam Daulah Utsmaniyah). Pengambilan keputusan itu jelas perlu keberanian tinggi. Betapa tidak, puluhan khalifah (pemimpin Islam pengganti Nabi SAW) sebelumnya selalu gagal. Apalagi, tidak sedikit para pejabatnya yang membujuk agar mengurungkan niatnya dengan alasan Daulah Islam takkan mampu melawan aliansi Romawi Timur dan negara-negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keberanian Al Fatih juga terbukti di lapangan. Beliau benar-benar berada di antara pasukan Muslim dan musuh. Padahal, mereka hanya berjarak puluhan meter. Lalu, karena Konstantinopel dikelilingi laut, maka saat melakukan itu guna memompa semangat juang pasukannya, beliau menceburkan diri bersama kudanya hingga permukaan laut mencapai dada kudanya. &lt;br /&gt;Bahkan, saat berjihad di kawasan Balkan (Bosnia, Serbia, Kroasia, dan lain-lain) beberapa tahun kemudian, setelah pasukan beliau sempat dipukul mundur oleh pasukan musuh yang menghadang dengan meriam-meriam di balik pepohonan, Al Fatih  berinisiatif memacu kudanya secepat mungkin mencapai hutan, tempat musuh berada. Tindakan yang diikuti serdadunya itu membuat musuh tidak sempat lagi menghujani mereka dengan mortir.&lt;br /&gt;Inilah profil seorang pemimpin umat terbaik. Bahwa seorang pemimpin wajib mempunyai keberanian melebihi orang yang paling berani dari rakyatnya, bahkan tentaranya. Berani membuat keputusan, berani mempersiapkan dan mempertahankannya hingga berhasil, dan berani melawan siapa dan apa pun yang menghadang, termasuk meriam sekalipun. Bagaimanapun, "Sesungguhnya imam (pemimpin atau kepala pemerintahan) itu seperti perisai (bagi rakyatnya)." (HR Muslim). Perisai berfungsi melindungi, dan selalu lebih dulu menghadapi ancaman dan serangan.&lt;br /&gt;Adalah ironis bila ada pemimpin umat yang penakut, padahal baru menghadapi ancaman yang belum tentu terjadi. Apalagi, jika sampai mengajak rakyat ikut-ikutan takut seperti dirinya. Seperti Al Fatih, kita memang perlu rajin membaca dan mendalami Alquran, hadis-hadis shahih serta kisah pemimpin Islam terbaik. Itu agar tidak lagi ragu-ragu atau takut ketika program kerja sesuai petunjuk dan hukum Allah, seperti pemberantasan korupsi, perlindungan umat dari pemurtadan, dan ancaman fisik musuh-musuh Allah. "Mengapa kamu takut kepada mereka (orang kafir dan zalim) padahal Allah yang berhak kamu takuti jika kamu benar-benar beriman."&lt;br /&gt;(QS At Taubah: 13). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-8859878795374950591?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/8859878795374950591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=8859878795374950591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/8859878795374950591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/8859878795374950591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/al-fatih-sosok-pemimpin-pemberani.html' title='Al Fatih: Sosok Pemimpin Pemberani'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-2929073105967909346</id><published>2007-07-19T12:09:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T12:37:50.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><title type='text'>Tip untuk Presiden Direktur</title><content type='html'>Ketika seseorang meniti karir mulai dari staff paling bawah, kroco, bahkan banyak kasus seseorang mulai dari resepsionis, sampai akhirnya menjadi Presiden Direktur. Sudah barang tentu memerlukan daya, tenaga dan waktu. Orang tersebut pastilah berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber dayanya, yaitu meningkatkan mutu dari pada Kapital Kemanusiaannya (Human Capital).&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh ekonomi dunia seperti Garry Backer, dari University of Chicago, Ben Porath, juga dari sekolah yang sama, berpendapat bahwa manusia itu samalah seperti sebuah mesin. Ambillah mobil sebagai misal. Mobil itu akan berfungsi dengan baik, jika suku cadangnya diperbaharui dan selalu diservice. Jika tidak demikian, maka mobil itu akan menjadi besi tua dan nilainya akan merosot betul. Dalam hal ini manusia kalau tidak dilatih atau disekolahkan, dan tidak dipelihara kesehatannya, maka dia tidak akan bernilai. Jadi paling banter hanya sebagai pesuruh saja. Ketika ia rajin melatih diri secara formal dan juga bersekolah dan kesehatan dipelihara, maka nilai dirinya sebagai Human Capital pasti menaik. Akhirnya orang yang seperti ini akan mencapai puncak karirnya sebagai Presiden Direktur atau bahkan Presiden Republik, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang itu berada pada posisi puncak, maka dia akan kesepian di situ, dan dia harus mengambil keputusan. Kata orang Amerika, ”The buck stop here!”. Dia, sebagai Presiden Direktur tidak bisa lagi mengelak untuk tidak mengambil keputusan. Dia tidak boleh menganut sekolah atau aliran bahwa tidak ada keputusan itulah suatu keputusan. Kalau ini yang dia ambil, maka berarti dia mengundang kekacauan (chaos).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana Mengambil Keputusan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Professor Keniche Ohmahe, seorang pakar manajemen dunia yang berasal dari Jepang, beliau menjelaskan bahwa ada 3 (tiga) cara mengambil keputusan yaitu: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, mengambil keputusan berdasarkan intuisi, perasaan, feeling. Ini bisa baik dan bisa juga mengundang bencana (dissarter). Apalagi apabila ia berkonsultasi kepada para normal, dukun dan orang pintar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, mengambil keputusan berdasarkan mekanisme, berdasarkan buku petunjuk (directory). Kalau si pengambil keputusan terlalu kaku, maka hasilnya dia tidak akan berani mengambil keputusan terhadap hal-hal yang tidak ada di dalam buku petunjuk. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, mengambil keputusan secara strategi. Seorang strategis dia mengetahui betul apa masalahnya, biasanya mengetahui masalah (problem identification) sudah tentu suatu permulaan yang baik, dan dia tahu betul pilihan-pilihan solusi yang tersedia, dan dapat memperkirakan bagaimana hasil akhirnya. &lt;br /&gt;Pengambil-pengambil keputusan (decicion makers) yang seperti inilah, yakni mengambil keputusan secara strategis, yang diperlukan hampir di setiap level dan banyak sekali diperlukan oleh Indonesia. Mulai dari lurah, camat, bupati, gubernur, terus sampai kepada orang yang paling atas, ya Presiden sangat diperlukan oleh Indonesia. Itu baru di sektor publik. Di sektor swasta, atau private juga diperlukan adanya pengambil keputusan yang bersifat strategis. Ini akan membuat Indonesia maju menuju kepada tercapainya cita-cita kemerdekaan, yaitu mengkayakan rakyat Indonesia semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tip Untuk Seorang Presiden Direktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang itu berada di posisi puncak, maka ia kesepian dan harus berani mengambil keputusan. Di suatu acara temu pisah (farewell and welcoming party) presiden baru dengan presiden lama dari suatu perusahaan, setelah semua tamu pulang maka yang tinggal adalah presiden lama dengan presiden baru. Presiden lama lalu berujar kepada presiden baru, “Kawan, anda nanti akan sendiri di atas sana. Untuk itu anda saya titipkan tiga amplop yang berisi nasehat-nasehat. Anda harus berhemat-hemat karena amplopnya cuma tiga. Anda jangan membuka amplop kecuali ada masalah besar sekali yang tidak bisa lagi anda selesaikan dengan cara apapun juga”.&lt;br /&gt;Membuat cerita ini menjadi singkat, setelah 3 (tiga) tahun pertama timbullah masalah besar sekali di perusahaan itu. Presiden baru telah mengadakan banyak rapat koordinasi, rapat-rapat khusus dan sudah mempekerjakan banyak konsultan, bahkan juga orang pintar. Ternyata masalah tidak dapat diselesaikan. Presiden baru teringat kepada tiga amplop sangu (Tip) dari pendahulunya. Lalu dibukalah amplop nomor satu, dan nasehatnya. “Salahkan pendahulumu!”. Presiden baru kemudian mengadakan rapat koordinasi lagi dan disebut siapa yang membuat masalah ini yaitu pendahulunya yang sudah pensiun. Setelah itu perusahaan berjalan lagi dengan mulus.&lt;br /&gt;Selanjutnya datang lagi masalah besar kedua setelah enam tahun, maka setelah segala macam cara tidak mempan, maka terpaksa dibuka lagi amplop nomor dua. Tip nasehatnya, “Salahkan pemerintah”. Setelah itu perusahaan jalannya baik lagi. Akhirnya datang lagi masalah besar ketiga, yakni setelah sembilan tahun dan dengan berat hati terpaksa dibuka amplop ketiga, amplop terakhir. Isi nasehatnya, “Siapkan tiga amplop”. Artinya, tip dari presiden lama, bahwa saatnya anda harus turun. Seorang pemimpin yang besar, ia harus tahu kapan ia harus lengser. Jadi ada generasi penerus dan bukan membuat dirinya menjadi generasi terus menerus. Kayaknya di Indonesia lebih banyak generasi terus menerus ketimbang generasi penerus. Salah siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Marzuki Usman&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-2929073105967909346?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/2929073105967909346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=2929073105967909346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2929073105967909346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2929073105967909346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/tip-untuk-presiden-direktur.html' title='Tip untuk Presiden Direktur'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-2149964157728947039</id><published>2007-07-19T11:54:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T12:18:22.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><title type='text'>Guru yang Menjadi CEO</title><content type='html'>Presdir PT Hewlett Packard Indonesia, Elisa Lumbantoruan termasuk tipe orang pekerja keras. Ketika masih menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan matematika dari tahun 1979 sampai 1985, misalnya, pria kelahiran Siborong-borong ini sudah pintar ‘cari makan’. Ia menjadi guru matematika di sejumlah pusat bimbingan belajar untuk SMA di Kota Kembang, Bandung.&lt;br /&gt;Menjelang berakhirnya masa studi sampai satu tahun setelah menggondol gelar sarjana, ia bekerja di berbagai institut dan universitas di Bandung dan Jakarta. Terutama sebagai dosen matematika dan komputer. Kemudian, ia bergabung dengan PT Astra Graphia sebagai account manager pada tahun 1986. Di situlah pertama kali ia terjun di industri Teknologi Informasi (IT). &lt;br /&gt;Ia mengaku terpeleset berkarier di bidang yang satu ini karena sejak semula ia memang bercita-cita sebagai guru. Selain itu, dengan menjadi guru, berarti ia bisa menuruti keinginan kedua orang tuanya yang memang berprofesi sebagai guru SD dan SMP. ”Maunya mereka, saya bekerja sebagai dosen, jadi ada peningkatan,” kata Elisa tergelak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, karier pria beristri Boru Butar-Butar dan ayah dua anak ini di industri IT melesat. Lepas dari Astra Graphia, ia bergabung dengan berbagai perusahaan IT terkemuka sebelum akhirnya pada tahun 1997 meniti karier di PT Compaq Indonesia sebagai marketing director. Pada Mei 2002, PT Compaq Indonesia melakukan merger dengan PT HP Indonesia dan enam bulan berikutnya, Elisa dipercaya menduduki posisi tertinggi di perusahaan hasil merger tersebut karena kompetensinya.&lt;br /&gt;Elisa mengatakan, ada dua hal yang menjadi obsesinya di HP Indonesia. Pertama sisi internal, bagaimana menegaskan posisi HP Indonesia dibanding subsidiary HP yang lain di hampir 142 negara di seluruh dunia. ”Tentunya kita ingin bertahap, pertama-tama ingin menjadi yang terbaik di sub region yaitu Asia Tenggara. Di HP, tahapannya adalah negara, kemudian subregion (Asia Tenggara, region Asia Pacific) dan terakhir worldwide (seluruh dunia – Red). Untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara ada mekanismenya yakni Asean Cup. Di situ kita mau jadi pemenang,” ujar penggemar golf ini. &lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak ukuran keberhasilan lainnya, seperti bagaimana HP Indonesia berinteraksi dengan pelanggan di tiga segmen pasar. Dalam tiga kuartal terakhir, Elisa mengungkapkan, sudah banyak terjadi peningkatan. Implementasi HP Indonesia boleh dikatakan yang terbaik di Asia Tenggara, demikian juga dari sisi pertumbuhan bisnis yang biasa dinilai dari market share di suatu negara di antara negara lain di Asia Tenggara. &lt;br /&gt;Bagi Elisa hal ini sangat penting, walaupun implikasinya terhadap perubahan persepsi orang tentang Indonesia masih kecil. ”Jujur saja, kita bicara Indonesia yang terdengar hanyalah persepsi negatif. Dengan kita menunjukkan hasil kerja HP Indonesia yang seluruh karyawannya adalah orang Indonesia, mudah-mudahan bisa mengubah persepsi negatif tadi,” tutur pria yang masih menyempatkan diri bergiat dalam acara adat dan rohani ini. &lt;br /&gt;Di level Indonesia, di bawah komando Elisa, HP Indonesia memang sudah berhasil mencapai visinya untuk menjadi perusahaan IT nomor satu di Indonesia. Tetapi masih ada hal lain yang masih menjadi impian HP Indonesia. Kontribusi industri terhadap GDP masih kecil karena kegiatan ekonomi yang diakibatkan industri IT belum terlalu dominan. Itu yang sedang kita pacu, bagaimana industri IT ini menjadi salah satu segmen industri penting di Indonesia. &lt;br /&gt;Kemudian, bagaimana IT bisa mempengaruhi industri lain tumbuh lebih cepat dan pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia kemudian menyontohkan mengapa Korea bisa cepat bangkit dari krisis padahal cadangan devisa mereka ketika itu hanya 5 miliar dolar. Sekarang cadangan devisa mereka sudah 100 miliar dolar. ”Itu karena mereka mengimplementasikan IT,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidup Seimbang&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Menurut Elisa, idealnya manusia memiliki hidup yang seimbang baik di sisi karier, keluarga, kesehatan dan tak kalah penting kegiatan sosial. Bagi Elisa yang karena posisinya membuat ia memiliki banyak kesibukan, ini merupakan suatu tantangan, tetapi tetap mengutamakan karier. ”Memang karier saya tempatkan sebagai prioritas karena saya punya tanggung jawab yang bisa diukur dari pencapaian dan ekspektasi dari pemberi kerja. Sedangkan untuk keluarga memang tidak tersurat seperti itu, tetapi saya harus menyadari, dengan peningkatan di sisi karier, konsekuensinya waktu untuk keluarga akan berkurang. Oleh karena itu kualitas pertemuan juga harus diperhatikan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari: Harian Sinar Harapan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-2149964157728947039?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/2149964157728947039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=2149964157728947039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2149964157728947039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2149964157728947039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/guru-yang-menjadi-ceo.html' title='Guru yang Menjadi CEO'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-58866534468410400</id><published>2007-07-19T10:35:00.000+07:00</published><updated>2007-07-19T10:44:12.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Excellent Biography'/><title type='text'>Mohammad Hatta: Sang Proklamator</title><content type='html'>Mohammad Hatta adalah Proklamator Kemerdekaan RI, bersama Bung Karno, beliau berani membubuhkan tanda tangannya pada naskah proklamasi yang mengantarkan kita menjadi bangsa merdeka dan berdaulat, sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia.&lt;br /&gt;Beliau adalah Bapak Bangsa Sejati. Keberanian membubuhkan tanda tangan itu bukan tanpa risiko. Oleh penjajah, mereka bisa dituduh sebagai pemimpin pemberontakan, makar, penggulingan kekuasaan, bahkan kemungkinan akan dinyatakan sebagai penjahat perang. Sehingga tak heran bila ketika itu ada tokoh pergerakan kemerdekaan yang secara terang-terangan menolak untuk membubuhkan tanda tangan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Jepang telah takluk dalam Perang Pasifik dan PD II, tetapi Jepang masih belum memberikan kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Di lain pihak, Belanda yang telah lama menjajah kepulauan nusantara dan hanya 3,5 tahun diselingi Jepang, masih bernafsu untuk kembali menduduki bekas koloninya. Maka, bila rakyat Indonesia tidak bisa bertahan dan mempertahankan kemerdekaan, Bung Karno dan Bung Hatta-lah yang paling dianggap bertanggung jawab atas segala kekacauan dan peralihan kekuasaan pemerintahan secara illegal.&lt;br /&gt;Tetapi Bung Karno dan Bung Hatta telah yakin pada diri mereka, bangsa Indonesia telah sadar akan arti pentingnya kemerdekaan. Bangsa Indonesia akan mempertahankan kemerdekaan, bukan hanya untuk menyelamatkan mereka berdua, tetapi menyelamatkan kebebasan dan kesempatan hidup berbangsa dan bernegara secara berdaulat.&lt;br /&gt;Menyelamatkan harga diri bangsa. Proklamasi kemerdekaan adalah ungkapan paling lantang akan semangat besar untuk hidup sebagai bangsa yang berdiri sendiri dan tidak dikangkangi penjajah. Proklamasi kemerdekaan, itulah hadiah terbesar yang diterima bangsa Indonesia dari dua tokoh besar yang lahir lebih dari satu abad silam.&lt;br /&gt;Bung Hatta yang dilahirkan di Bukittinggi, 12 Agustus 1902 dianggap memiliki tiga nilai prinsip hidup yang utama, yaitu: santun, jujur, dan hemat. Nilai-nilai yang menjadi kepribadian Bung Hatta itu sampai sekarang tentu masih sangat relevan untuk dilaksanakan.&lt;br /&gt;Sepanjang hidupnya, Bung Hatta berperilaku senantiasa menampilkan sikap yang santun terhadap siapa pun. Baik kawan maupun lawan. Terhadap Bung Karno yang pada masa sebelum kemerdekaan melakukan kerja sama cukup erat namun kemudian mereka tidak dapat bekerja sama secara politik, tetapi sebagai sesama manusia, Bung Hatta masih menghormatinya. Ketika Bung Karno sakit, Bung Hatta menengoknya. Demikian pula sebaliknya. Kesantunan menjadi sikap dalam hidupnya untuk saling menghargai.&lt;br /&gt;Bila ada pejabat negara yang paling jujur, semua orang Indonesia akan menyebut nama Bung Hatta. Bukan hanya jujur, tetapi ia juga uncorruptable. Tak terkorupsikan, demikian menurut Jacob Utama, Pemimpin Umum harian Kompas. Kejujuran hatinya membuat dia tidak rela untuk menodainya melakukan tindak korupsi. &lt;br /&gt;Padahal, pejabat lain melakukan hal buruk itu. Kalau saja ia mau melakukan korupsi, barangkali bukan hanya sepatu merek Bally yang mampu dibelinya. Bisa saja ia memiliki saham di pabrik sepatu dan berganti-ganti sepatu baru setiap hari. Tetapi, ia tidak melakukan semua itu. Ia hanya menyelipkan potongan iklan sepatu Bally yang tidak terbelinya hingga akhir hayat. Bila dilihat pada kondisi sekarang, seharusnya masa lalu juga demikian, tentu hal ini merupakan sebuah tragedi. &lt;br /&gt;Seorang mantan wakil presiden, orang yang menandatangani proklamasi kemerdekaan, orang yang memimpin delegasi perundingan dengan Belanda –negara yang pernah menjajahnya, hingga Belanda mau mengakui kedaulatan Indonesia, ternyata tidak mampu hanya untuk sekadar membeli sepasang sepatu bermerek terkenal.&lt;br /&gt;Bahkan, dalam berbagai versi disebutkan, untuk membayar rekening air dan listrik, Bung Hatta yang mengandalkan hidupnya dari uang pensiunan seorang wakil presiden ternyata tidak cukup. Apalagi untuk membeli keperluan lain, seperti sepatu, yang dianggap oleh dirinya sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi. Ia masih memikirkan kehidupan keluarga, istri dan tiga orang anaknya.&lt;br /&gt;Sampai akhir hayatnya Bung Hatta dikenal sebagai orang yang tetap sederhana. Dengan pengalaman dan pergaulannya yang sangat luas, serta memiliki pemahaman yang mendalam di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, rasanya tidak akan sulit bagi Bung Hatta untuk berlaku tidak sederhana. Ia bisa menjadi orang yang kaya secara materi, dan tidak perlu merasakan kesulitan dalam hidupnya. Tetapi, visi keneragarawannya mengatakan dia harus menjaga simbol kenegaraan. Bukan untuk dirinya sindiri. Maka, ia menikmati hidup dari uang pensiun. Dengan jumlah yang tidak seberapa, namun mampu melaksanakan gaya hidup yang hemat, uang pensiun itu “cukup” menghidupinya sekeluarga. Bagi Bung Hatta, tentu saja sangat mudah menerima tawaran bekerja dari berbagai perusahaan, baik lokal maupun internasional. Tetapi, bagaimana dengan citra wakil presiden. Bagaimana mungkin seorang mantan wakil presiden menjadi konsultan perusahaan A. Apakah hal itu tidak memunculkan bias dalam persaingan usaha, mengingat hebatnya pengalaman Bung Hatta? Inilah yang Bung Hatta hindari. Ia ingin menjaga nama baik. Bukan hanya dirinya sendiri, tetapi nama baik bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Dalam catatan yang ditulis Meutia Farida Hatta Swasono, putri sulung Bung Hatta, keluarga Bung Hatta memang bukan keluarga yang mengejar kemewahan hidup. Bukan hanya Bung Hatta yang memiliki pikiran dan sikap demikian, juga istrinya Ny Rahmi Hatta. “Kita sudah cukup hidup begini, yang kita miliki hanya nama baik, itu yang harus kita jaga terus,” tulis Meutia menirukan kata ibunya (Kompas, 9/8/2002).&lt;br /&gt;Sebagai orang yang memiliki kesempatan memperoleh pendidikan lebih tinggi dibanding saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air, Hatta merasa memiliki kewajiban untuk ikut menyebarkan pemikiran dan pemahaman, terutama dalam hal kehidupan dalam sebuah negara merdeka. Ia banyak menulis tentang bagaimana sengsaranya rakyat yang hidup dalam jajahan bangsa lain. Sebaliknya, bangsa yang menjajah hanya tinggal menikmati hasil dari keringat rakyat yang dijajah. Dalam sistem ini, secara tegas Hatta tidak melihat adanya keadilan.&lt;br /&gt;Untuk menyadarkan rakyat akan pentingnya arti kemerdekaan, bukan hal yang mudah. Jauh lebih sulit lagi ketika harus menjelaskan apa yang boleh diperbuat dan apa yang tidak boleh dilakukan ketika sudah merdeka. Rakyat Indonesia harus memiliki kesamaan pandang dalam menatap masa depan. Untuk itu rakyat perlu dididik. Yang paling mendasar adalah mereka bebas dari buta huruf, baca dan tulis. Sehingga pengetahuan mereka akan terus terbuka dengan membaca berbagai informasi yang beragam. Diharapkan nantinya akan muncul pemahaman yang baik mengenai perjalanan mengisi kemerdekaan. Tentu, membaca tidak akan berguna banyak bila tidak ada bahan bacaan. Maka, Bung Hatta secara konsisten membuat tulisan yang menggugah semangat kemerdekaan, mewujudkan cita-cita negara setelah kemerdekaan, mengelola negara dengan baik agar tidak malah menyusahkan rakyat di era yang sudah merdeka, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan berbagai tulisan lainnya.&lt;br /&gt;Antara tulisan dan perbuatan Bung Hatta dengan sikap dan tindakannya tidak terjadi pertentangan. Ia adalah orang yang konsisten menjalankan sikap yang telah diambilnya. Tak perlu heran ketika tiba-tiba Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956, karena merasa tidak cocok lagi Bung Karno yang menjadi presiden. Ia menganggap Bung Karno sudah mulai meninggalkan demokrasi dan ingin memimpin segalanya. Sebagai pejuang demokrasi, ia tidak bisa menerima perilaku Bung Karno. Padahal, rakyat telah memilih sistem demokrasi yang mensyaratkan persamaan hak dan kewajiban bagi semua warga negara dan dihormatinya supremasi hukum. Bung Karno mencoba berdiri di atas semua itu dengan alasan rakyat perlu dipimpin dalam memahami demokrasi dengan benar. Jelas, bagi Bung Hatta ini adalah sebuah contradictio in terminis. Di satu sisi ingin mewujudkan demokrasi, sedangkan di sisi lain duduk di atas demokrasi. Pembicaraan, teguran, dan peringatan terhadap Bung Karno, sahabatnya sejak masa perjuangan kemerdekaan, telah dilakukan. Tetapi, Bung Karno tidak berubah sikap. Hatta pun tidak menyesuaikan sikap dengan Bung Karno. Karena merasa tidak mungkin lagi menjalin kerja sama, akhirnya Bung Hatta memilih mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada Bung Karno untuk membuktikan konsepsinya.&lt;br /&gt;Publik kemudian tahu, konsepsi Bung Karno ternyata mampu dimanfaatkan dengan baik oleh PKI dan Bung Karno jatuh dari kursi presiden secara menyakitkan. Namun, hal itu ternyata tidak berarti kesempatan akan diberikan kepada Hatta untuk membuktikan konsepsinya yang berbeda dengan Bung Karno. Hatta tak pernah kembali ke posisi eksekutif bangsa. Meskipun demikian, semua itu tidak mengurangi hasa hormat bangsa Indonesia pada Bung Hatta sebagai orang besar yang berjasa besar terhadap bangsa ini.&lt;br /&gt;Bung Hatta memang tidak pernah menjadi presiden republik ini meski bila ditinjau dari jasa, pengetahuan, peran, dan risiko yang diambilnya, ia layak untuk menduduki jabatan itu. Kesempatan memang tidak datang padanya. Tetapi, ia telah menjadi bapak bangsa dengan moralitas tinggi. Ia adalah cermin dari tokoh yang lurus dan bersih serta memiliki nama baik yang senantiasa dijaganya. Sampai kini, nama Bung Hatta tetap baik dan harum di sanubari Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari buku:&lt;br /&gt;Makam Bung Hatta 1982 dan Ensiklopedi Tokoh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-58866534468410400?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/58866534468410400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=58866534468410400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/58866534468410400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/58866534468410400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/mohammad-hatta-sang-proklamator.html' title='Mohammad Hatta: Sang Proklamator'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-4237378123585380421</id><published>2007-07-18T16:35:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T11:03:29.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><title type='text'>BLOGGING: Cuap-cuap Para CEO Modern</title><content type='html'>“…Blogs are perceived as "independent" might have some PR value..,” demikian cuplikan dari komentar wawancara asli Jack Trout, Bapak Positioning dan Strategi yang menyiratkan bahwa blog sangat cocok sekali untuk diimplementasi oleh para CEO yang mirip dilakukan para praktisi PR independent maupun PR korporat.&lt;br /&gt;Siapa sih yang tidak ingin mengetahui news terakhir tentang para selebritis dan ikon top dari dunia hiburan, olahraga, dan tokoh terkenal dalam berbagai industri maupun politik? Itulah sebabnya acara-acara reality show selalu saja digandrungi oleh publik dan gelimang uang selalu mengalir bagi para produsernya maupun provider dari acara-acara infotainment.&lt;br /&gt;Tidak heran tahun-tahun belakangan ini acara-acara tersebut disukai oleh para pemirsa. Mengapa? Karena sifat pasar belakangan ini suka bercakap-cakap (market is now conversation). Lihat saja tren iklan-iklan TV sekarang ini juga cenderung mengajak para pemirsa bercakap-cakap. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Juga Anda lihat, salesman yang menjual banyak, adalah salesman yang pandai mengajak pelanggannya bercakap-cakap, sebaliknya daripada langsung menyodorkan fitur dan benefits dari suatu produk yang dijualnya. Walaupun produk mereka hebat, konsumen cenderung bersikap defensif sebaliknya daripada menerima dengan lapang dada.&lt;br /&gt;Namun sayang sekali, dalam dunia offline, cakap dan obrolan dari ikon selebritis sulit kita lacak arsipnya, kecuali Anda minta media bersangkutan yang mencatat percakapan dan gosip mereka. Beda dengan dunia maya dengan blogs-nya, tulisan, ide dan gagasan serta cuap-cuap dari para ikon selebriti dapat kita telusuri secara tepat dan cepat. Karena itu aktivitas blogging adalah sarana yang diimpi-impikan para ikon terkenal dan mereka yang ingin menjadi selebriti di bidangnya termasuk para CEO di tahun-tahun ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Para CEO yang Nge-Blogging?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal Tom Peters, salah seorang pakar manajemen kelas dunia. Anda bisa lihat blogging-nya yang ia posting di weblogs-nya tompeters.com. Lewat blogs-nya, Tom mengeluarkan ide-ide briliannya yang sering ditunggu-tunggu oleh para fansnya. &lt;br /&gt;Para fans-nya maupun termasuk konsumennya selalu memberikan respons atas pemikiran-pemikirannya yang actual di bidang manajemen internasional, sehingga perusahaan yang dipimpinnya yaitu Tom Peters Company memberi kesan sebagai suatu perusahaan yang hidup dan dekat ke pasar karena adanya conversation yang hangat mengalir, sebaliknya daripada banyak perusahaan yang konsumennya tidak pernah mendengarkan langsung pemikiran dan ide yang kreatif dari sang CEO-nya.&lt;br /&gt;Dalam industri penerbangan, Anda pun akan mendapati real live case study dari CEO-nya, Randy Baseler yang juga cuap-cuap lewat jurnal onlinenya yang disebut blogs (http://www.boeing.com/randy/). Lewat blogging-nya, Randy selalu membeberkan berbagai macam info, ide dan gagasan serta news terakhir seputar industri penerbangan komersial, digabung dengan foto dan gambar-gambar terkini dan khususnya yang berkaitan dengan perusahaan yang dipimpinnya yaitu Boeing.&lt;br /&gt;Lewat blog-nya, Randy selalu mendekatkan diri ke semua orang khususnya mereka yang relevan di industri penerbangan, dan blog-nya pun dimanfaatkan oleh para reporter di seluruh dunia apabila ingin meliput dan menambahkan info-info terkini seputar keterlibatannya dalam pengembangan, dan penjualan pesawat terbang, termasuk di dalamnya terdapat news tentang pembelian Pesawat Boeing 737 sebanyak 60 unit yang akan dibeli oleh Lion Air Indonesia.&lt;br /&gt;Karena fleksibilitas dan relevansinya dalam hal informasi, maka tidak heran Presiden Sun MicroSystem, Jonathan Schwartz, menulis dalam blog-nya (http://blogs.sun.com/jonathan); “Blogs lebih mudah dicari, Technorati.com dan Pubsub.com lebih berguna dalam pencarian informasi yang relevan dibandingkan Google.”&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan oleh Schwartz dalam kutipannya, adalah fakta bahwa ia dapat mencari informasi yang relevan lewat situs pencari blog dibandingkan yang dapat ia lakukan lewat situs pencari secara umum, khususnya pada waktu ia mencari issue-issue terkini tentang dunia open source.&lt;br /&gt;Pendekatan seorang CEO ke pelanggan, adalah salah satu trik yang pernah ditekankan oleh Jay Conrad Levinson, lewat buku best-sellersnya yaitu Guerilla Marketing, dan lewat posting di blog Anda, Anda sebagai seorang CEO bisa merealisasi taktik dari Jay Conrad Levinson ini, lihat saja bagaimana ActiveWords.com lewat blog dari CEO-nya Buzz Bruggeman di buzzmodo.typepad.com/buzzmodo telah membantu mendongkrak penjualan software mereka. &lt;br /&gt;Hal ini disebabkan karena 50% dari trial software downloads mereka adalah hasil cakap-cakap yang mendatangkan efek viral di kalangan blogroll, yang ujung-ujungnya adalah penjualan 2.3 juta copy software dalam sehari dan pernah diliput oleh USA Today.&lt;br /&gt;Keberhasilan penjualan ini bukan hanya dibuktikan oleh perusahaan teknologi informasi, namun juga dibuktikan oleh perusahaan yang menjual produk-produk susu, StonyField.com yang dulunya hanya memiliki tujuh sapi dan menjual yogurt. &lt;br /&gt;Lewat blog-nya stonyfield.com/weblog, CEO-nya telah berhasil mendekatkan calon pelanggan dan loyal konsumennya akan produk-produk susu dari StonyField dan mendekatkan konsumen ke perusahaan tersebut. Hasilnya sekarang, penjualan tahunan mereka bisa mencapai USD150 juta dan mencapai 50 negara bagian.&lt;br /&gt;Terus terang kalau Anda lihat blog-nya, ini membantu situs web Stonyfield terkesan hidup dan konsumen merasa mereka berhubungan dengan human being sebaliknya dengan sapi-sapi. Dan cuap-cuap lewat blog adalah wahana baru untuk terus berhubungan dengan konsumen dan mendukung komitmen mereka akan kesehatan dan edukasi lingkungan. &lt;br /&gt;Di atas hanyalah sekelumit contoh dari para CEO yang melakukan cuap-cuap lewat blogging, tentu saja saya akan kekurangan jatah di kolom saya ini untuk menyebutkan para CEO dari industri keuangan hingga industri teknologi, maupun CEO dari industri penerbitan hingga industri kesehatan atau hingga industri ecek-ecek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Efek Snowblogging&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Betapa pasnya penjelasan blog sebagai sarana yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan gagasan yang hidup dan aktual direfleksikan dalam Blogbusinesssummit.com. Dan sekaligus blog dapat membuat para CEO yang efektif menulis sebagai "thought leader." (juga, alasannya mengapa blog akan menjadi sangat powerful dibandingkan newsgroup atau milis atau situs web secara umum). &lt;br /&gt;"Pikirkan blog sebagai gudang topik, tema, ide, percakapan dan gagasan yang tumbuh kembang bak bola saju waktu demi waktu, hari demi hari, dan bulan demi bulan dan tahun demi tahun dari setiap link yang dibangun,” demikian ilustrasi dari Doc Searl, mantan eksekutif dari San Jose Newspaper, yang diungkapkan di blognya (http://dangillmor.typepad.com/ ). Doc Searl adalah salah satu pionir dari bisnis online journalism in Korea, yang disebut OhmyNews, yang berisi campuran tulisan dan report dari 50 jurnalis yang dikompilasi dari email dan sms yang dikirimkan dari ribuan reporter kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Belum Nge-Blogging?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Blog will shake up the business,” kata Businessweek. Satu hal yang jelas bagi Anda seorang CEO, Anda tidak dapat menutup mata akan kenyataan peledakan dunia informasi sejak adanya media internet. Entah apa pun bisnis Anda, entah bisnis pembuatan klip kertas, bisnis urusan perut, hingga video, blogs adalah suatu fenomena gerilya yang bakal sudah diterapkan oleh para CEO modern yang tidak dapat Anda abaikan, tunda, maupun delegasikan kepada orang lain apalagi untuk kepentingan organisasi yang Anda pimpin. &lt;br /&gt;Dengan blog semua jalan pikiran, ide-ide kreatif, segala aktivitas dan intervensi Anda dalam industri yang Anda geluti dapat langsung ditampilkan ke blog Anda lewat email atau SMS, di mana saja dan kapan saja, yang penting Anda terkoneksi ke internet entah menggunakan email client/web-based atau internet-enabled PDA/Smartphone.&lt;br /&gt;Dengan Blog, CEO yang tidak terkenal akan menjadi terkenal, lewat blog juga, CEO yang terkenal akan menjadi semakin santer. Bak perusahaan yang tidak terkenal akan menjadi terkenal kalau CEO–nya terkenal, dan CEO yang tidak terkenal akan menjadi terkenal kalau perusahaannya terkenal. Blog bukanlah pilihan bisnis, tetapi keharusan! &lt;br /&gt;Jadi bagi para CEO di Indonesia yang belum nge-blogging, simak nasihat dari Vice Chairman, General Motor, Bob A. Lutz, “To blog or not to blog? For a lot of senior executives these days, that is the question. The answer, simply enough, is to blog.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bob Julius Onggo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-4237378123585380421?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/4237378123585380421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=4237378123585380421' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/4237378123585380421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/4237378123585380421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/blogging-cuap-cuap-para-ceo-modern.html' title='BLOGGING: Cuap-cuap Para CEO Modern'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-1620839467752365381</id><published>2007-07-17T15:49:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T08:33:14.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software Engineering'/><title type='text'>Software Development Model</title><content type='html'>&lt;br \&gt;Berikut ini diuraikan beberapa model dalam Software Engineering:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Linear SequentialModel / Waterfall Model&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software. Berikut ini ada dua gambaran dari waterfall model. Sekalipun keduanya menggunakan nama-nama fase yang berbeda, namun sama dalam intinya.&lt;br /&gt;Fase-fase dalam Waterfall Model menurut referensi Pressman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyFE4vo5PI/AAAAAAAAAAU/L2Eg0EWl9g0/s1600-h/se2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyFE4vo5PI/AAAAAAAAAAU/L2Eg0EWl9g0/s320/se2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088087998019986674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fase-fase dalam Waterfall Model menurut referensi Sommerville:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyEWYvo5OI/AAAAAAAAAAM/NKsdLqGIqQM/s1600-h/se1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyEWYvo5OI/AAAAAAAAAAM/NKsdLqGIqQM/s320/se1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088087199156069602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Requirements analysis and definition: Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Fase ini harus dikerjakan secara lengkap untuk bisa menghasilkan desain yang lengkap.&lt;br /&gt;2. System and software design: Desain dikerjakan setelah kebutuhan selesai dikumpulkan secara lengkap.&lt;br /&gt;3. Implementation and unit testing: desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah ditentukan. Program yang dibangun langsung diuji baik secara unit.&lt;br /&gt;4. Integration and system testing: Penyatuan unit-unit program kemudian diuji secara keseluruhan (system testing).&lt;br /&gt;5. Operation and maintenance: mengoperasikan program dilingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan yang utama dari model ini adalah kesulitan dalam mengakomodasi perubahan setelah proses dijalani. Fase sebelumnya harus lengkap dan selesai sebelum mengerjakan fase berikutnya.&lt;br /&gt;Masalah dengan waterfall :&lt;br /&gt;1. Perubahan sulit dilakukan karena sifatnya yang kaku.&lt;br /&gt;2. Karena sifat kakunya, model ini cocok ketika kebutuhan dikumpulkan secara lengkap sehingga perubahan bisa ditekan sekecil mungkin. Tapi pada kenyataannya jarang sekali konsumen/pengguna yang bisa memberikan kebutuhan secara lengkap, perubahan kebutuhan adalah sesuatu yang wajar terjadi.&lt;br /&gt;3. Waterfall pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem yang besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berbeda, dan dibagi menjadi beberapa bagian sub-proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Evolutionary Software Process Models&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersifat iteratif/ mengandung perulangan. Hasil proses berupa produk yang makin lama makin lengkap sampai versi terlengkap dihasilkan sebagai produk akhir dari proses.&lt;br /&gt;Dua model dalam evolutionary software process model adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Incremental Model (Original: Mills)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyG94vo5QI/AAAAAAAAAAc/WKi5JWZ4VHU/s1600-h/se3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyG94vo5QI/AAAAAAAAAAc/WKi5JWZ4VHU/s320/se3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088090076784157954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. kombinasikan elemet-element dari waterfall dengan sifat iterasi/perulangan.&lt;br /&gt;2. element-element dalam waterfall dikerjakan dengan hasil berupa produk dengan spesifikasi tertentu, kemudian proses dimulai dari fase pertama hingga akhir dan menghasilkan produk dengan spesifikasi yang lebih lengkap dari yang sebelumnya. Demikian seterusnya hingga semua spesifikasi memenuhi kebutuhan yang ditetapkan oleh pengguna.&lt;br /&gt;3. produk hasil increment pertama biasanya produk inti (core product), yaitu produk yang memenuhi kebutuhan dasar. Produk tersebut digunakan oleh pengguna atau menjalani review atau pengecekan detil. Hasil review tersebut menjadi bekal untuk pembangunan pada increment berikutnya. Hal ini terus dikerjakan sampai produk yang komplit dihasilkan.&lt;br /&gt;4. model ini cocok jika jumlah anggota tim pengembang/pembangun PL tidak cukup.&lt;br /&gt;5. Mampu mengakomodasi perubahan secara fleksibel.&lt;br /&gt;6. Produk yang dihasilkan pada increment pertama bukanlah prototype, tapi produk yang sudah bisa berfungsi dengan spesifikasi dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah dengan Incremental model:&lt;br /&gt;1. cocok untuk proyek berukuran kecil (tidak lebih dari 200.000 baris coding)&lt;br /&gt;2. mungkin terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan pengguna ke dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Spiral Model (Original: Boehm)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyH9Ivo5RI/AAAAAAAAAAk/VRcbys2VIqY/s1600-h/se4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyH9Ivo5RI/AAAAAAAAAAk/VRcbys2VIqY/s320/se4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088091163410883858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Proses digambarkan sebagai spiral. Setiap loop mewakili satu fase dari software process. Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari sistem, loop selanjutnya tentang definisi dari kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan desain sistem dan seterusnya. Setiap Loop dibagi menjadi beberapa sektor:&lt;br /&gt;1. Objective settings (menentukan tujuan): menentukan tujuan dari fase yang ditentukan. Batasan-batasan pada proses dan produk sudah diketahui. Perencanaan sudah disiapkan. Resiko dari proyek sudah diketahui. Alternatif strategi sudah disiapkan berdasarkan resiko-resiko yang diketahui, dan sudah direncanakan.&lt;br /&gt;2. Risk assessment and reduction (Penanganan dan pengurangan resiko): setiap resiko dianalisis secara detil pada sektor ini. Langkahlangkah penanganan dilakukan, misalnya membuat prototype untuk mengetahui ketidakcocokan kebutuhan.&lt;br /&gt;3. Development and Validation (Pembangunan dan pengujian):&lt;br /&gt;Setelah evaluasi resiko, maka model pengembangan sistem dipilih. Misalnya jika resiko user interface dominan, maka membuat prototype User Interface. Jika bagian keamanan yang bermasalah, maka menggunakan model formal dengan perhitungan matematis, dan jika masalahnya adalah integrasi sistem model waterfall lebih cocok.&lt;br /&gt;4. Planning: Proyek dievaluasi atau ditinjau-ulang dan diputuskan untuk terus ke fase loop selanjutnya atau tidak. Jika melanjutkan ke fase berikutnya rencana untuk loop selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian sektor tidak bisa saja dikembangkan seperti pada pembagian sektor berikut pada model variasi spiral di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyKa4vo5SI/AAAAAAAAAAs/9VPmVoziWnk/s1600-h/se5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyKa4vo5SI/AAAAAAAAAAs/9VPmVoziWnk/s320/se5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088093873535247650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Customer communication: membangun komunikasi yang baik dengan pengguna/customer.&lt;br /&gt;2. Planning: mendefinisikan sesumber, batas waktu, informasi-informasi lain seputar proyek&lt;br /&gt;3. Risk analysis: identifikasi resiko managemen dan teknis&lt;br /&gt;4. Engineering: pembangunan contoh-contoh aplikasi, misalnya prototype&lt;br /&gt;5. Construction and release : pembangunan, test, install dan support.&lt;br /&gt;6. Customer evaluation: mendapatkan feedback dari pengguna beradasarkan evaluasi PL pada fase engineering dan fase instalasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada model spiral, resiko sangat dipertimbangkan. Resiko adalah sesuatu yang mungkin mengakibatkan kesalahan.&lt;br /&gt;Model spiral merupakan pendekatan yang realistik untuk PL berskala besar. Pengguna dan pembangun bisa memahami dengan baik software yang dibangun karena setiap kemajuan yang dicapai selama proses dapat diamati dengan baik. Namun demikian, waktu yang cukup panjang mungkin bukan pilihan bagi pengguna, karena waktu yang lama sama dengan biaya yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;RAD (Rapid Application Development)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RAD adalah model proses pembangunan PL yang incremental. RAD menekankan pada siklus pembangunan yang pendek/singkat. RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat dicapai dengan menerapkan component based construction. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini.&lt;br /&gt;Jika kebutuhan lengkap dan jelas maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan secara komplit software yang dibuat adalah misalnya 60 sampai 90 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dalam model ini:&lt;br /&gt;1. tidak cocok untuk proyek skala besar&lt;br /&gt;2. proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi&lt;br /&gt;3. sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini&lt;br /&gt;4. resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyNl4vo5UI/AAAAAAAAAA8/6s1o6qbPacg/s1600-h/se6.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyNl4vo5UI/AAAAAAAAAA8/6s1o6qbPacg/s320/se6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088097361048692034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fase-fase di atas menggambarkan proses dalam model RAD. Sistem dibagi-bagi menjadi beberapa modul dan dikerjakan dalam waktu yang hampir bersamaan dalam batasan waktu yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;1. Business modelling : menjawab pertanyaan-pertanyaan: informasi apa yang mengendalikan proses bisnis? Informasi apa yang dihasilkan? Siapa yang menghasilkan informasi? Kemana informasi itu diberikan? Siapa yang mengolah informasi? -&gt; kebutuhan dari sistem&lt;br /&gt;2. Data modelling: aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek data. Ditentukan karakteristik/atribut dan hubungan antar objek-objek tersebut -&gt; analisis kebutuhan dan data&lt;br /&gt;3. Process Modelling : objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis.&lt;br /&gt;4. Application Generation: RAD menggunakan component program yang sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi, selama diperlukan.&lt;br /&gt;5. Testing and Turnover: karena menggunakan component yang sudah ada, maka kebanyakan component sudah melalui uji atau testing. Namun component baru dan interface harus tetap diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Dari model-model yang disebutkan di atas, tidak serta merta selalu cocok untuk semua jenis proyek pembuatan software. Semua tergantung pada kondisi dan karakter dari tiap-tiap proyek. Dan, penggunaan lebih dari satu model sangatlah dimungkinkan. Misalnya dalam model spiral dan model incremental dalam fase tertentu menggunakan model lain untuk mendapatkan hasil yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disarikan dari:&lt;br /&gt;Pressman, Roger.S. "Software Engineering: A Practioner's Approach" 4th. McGrawHill, 1997, and Sommerville, Ian. "Software Engineering" 6th. Addison Wesley, 2001.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-1620839467752365381?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/1620839467752365381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=1620839467752365381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1620839467752365381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1620839467752365381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/software-engineering-model.html' title='Software Development Model'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KxG4z3_uxxs/RpyFE4vo5PI/AAAAAAAAAAU/L2Eg0EWl9g0/s72-c/se2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-3679243978429957236</id><published>2007-07-17T14:47:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T10:59:46.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><title type='text'>Manajemen Islami</title><content type='html'>Meski semua ekonom mengenal Adam Smith dan buku Wealth of Nations-nya, hanya segelintir yang membacanya dengan teliti. Dalam buku itu, Adam Smith mengutip laporan perjalanan Doktor Pocock yang menjelaskan rahasia kesuksesan para pedagang Arab. Keberhasilan mereka, tulis Smith, terletak pada keramahan dan kemurahannya. Tepatnya, ia menulis, "ketika mereka memasuki sebuah kota, mereka mengundang orang-orang di jalan, baik kaya maupun miskin, untuk makan bersama dengan duduk bersila. Mereka memulai makan dengan mengucap bismillah dan mengakhirinya dengan ucapan hamdalah." (Adam Smith,Wealth of Nations [Oxford University Press,1993] hal.261,541).&lt;br /&gt;Ratusan tahun kemudian,umat Islam seakan meninggalkan konsep manajemen yang telah membuat dunia terkesima ini. Syukurlah, belakangan ini sejumlah mujtahid Islam menggali kembali khazanah keilmuan ini. Salah satunya adalah Abu Sin dalam bukunya Al-Idarah fi al Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abu Sin mengkritik aliran-aliran manajemen konvensional mulai dari aliran scientific management, aliran bureaucratic, aliran human relations, aliran behavioral dan aliran pendekatan sistem.&lt;br /&gt;Menurut Abu Sin, scientific management hanya menekankan pada pentingnya efisiensi dan kompensasi ekonomis sebagai insentif utama bagi pekerja, padahal efisiensi menjadi kontraproduktif bila pekerja merasa diperlakukan seperti robot dan berapapun besarnya kompensasi ekonomis akan terasa kurang bila kebutuhan psikologisnya tidak terpenuhi. Bahkan, konsep ini menimbulkan pertentangan yang tidak ada habisnya antara pekerja rendahan dengan manajemen atas.&lt;br /&gt;Dalam rumusan Abu Sin, ada empat hal yang harus terpenuhi untuk dapat dikategorikan manajemen islami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, manajemen islami harus didasari nilai-nilai dan akhlak islami. Etika bisnis yang ditawarkan oleh Islam berlaku universal tanpa mengenal ras dan agama. Boleh saja berbisnis dengan label Islam dengan segala atributnya, namun bila nilai-nilai dan akhlak berbisnis ditinggalkan, cepat atau lambat bisnisnya akan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kompensasi ekonomis dan penekanan terpenuhinya kebutuhan dasar pekerja. Cukuplah menjadi suatu kezaliman bila perusahaan memanipulasi semangat jihad seorang pekerja dengan menahan haknya, kemudian menghiburnya dengan pahala yang besar. Urusan pahala, Allah yang mengatur. Urusan kompensasi ekonomis, kewajiban perusahaan membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, faktor kemanusiaan dan spiritual sama pentingnya dengan kompensasi ekonomis. Pekerja diperlakukan dengan hormat dan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. Tingkat partisipatif pekerja tergantung pada intelektual dan kematangan psikologisnya. Bila hak-hak ekonomisnya tidak ditahan, pekerja dengan semangat jihad akan mau dan mampu melaksanakan tugasnya jauh melebihi kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sistem dan struktur organisasi sama pentingnya. Kedekatan atasan dan bawahan dalam ukhuwah islamiyah, tidak berarti menghilangkan otoritas formal dan ketaatan pada atasan selama tidak bersangkut dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-3679243978429957236?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/3679243978429957236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=3679243978429957236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3679243978429957236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3679243978429957236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/manajemen-islami.html' title='Manajemen Islami'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-3922759758852906843</id><published>2007-07-17T14:28:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T10:31:54.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Excellent Biography'/><title type='text'>Al-Ghazali: Siapakah dia?</title><content type='html'>Al-Ghazali atau lengkapnya Muhammad Al-Ghazali adalah ulama terkemuka, dai pembaharu, mujahid yang tulus, pejuang yang sangat berani, penulis yang memiliki ruh sastra dan gaya bahasa yang sukar dicari tandingannya.&lt;br /&gt;Abu Hasan Ali An Nadwi di dalam bukunya Mudzakkirat Sa-ihin Fisy Syarqil 'Arabi berkata, ”Syaikh Muhammad Al-Ghazali merupakan salah seorang dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang terkemuka dan merupakan seorang penulis kebangkitan keagamaan di Mesir. Akhirnya, saya dapat bertemu dengan penulis buku Al-Islam wa Audla'ul Iqtishadi, Al-Islam wal Manahijul Isytirakiyah, Al-Islam Al-Muftara Alaih, dan Min Huna Na'lam ini. Saya bertemu seorang lelaki yang menyajikan makanan pemikiran, ruhani, dan adab Islam yang murni. Saya sangat berbahagia karena dapat bertemu orang yang shalih, intelek, dinamis, hatinya hidup, otaknya bijak, dan wajahnya yang senantiasa jelas memancarkan kegembiraan. Menurutku, setiap kita dapat mengenalinya melalui buku-buku dan risalah-risalahnya. Karena buku-bukunya merupakan gambaran pemikiran prinsip-prinsip yang beliau yakini.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali lahir pada tanggal 22 September 1917, di kampung Naklal Inab, Itay Al'Barud, Buhairah, Mesir. Beliau dibesarkan dalam keluarga agama yang sibuk di dalam dunia perdagangan. Ayahnya hafizh Al-Qur'an. Lalu sang anak pun tumbuh mengikuti jejak ayahandanya dan sudah hafal Al-Qur'an semenjak usia sepuluh tahun.&lt;br /&gt;Al-Ghazali menerima ilmu dari guru-guru di kampungnya. Beliau memasuki sekolah agama di Iskandariah hingga menamatkan pendidikan menengah atas (SMU). Kemudian beliau pindah ke Kairo untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ushuluddin dan lulus pada tahun 1361 H / 1945 M. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di Dakwah wal 'Irsyad dan mendapat gelar Magister pada tahun 1362 H / 1946 M. Al-Ghazali menikah ketika masih menuntut ilmu di Fakultas Ushuluddin dan dikaruniai sembilan orang anak.&lt;br /&gt;Setelah menamatkan pendidikannya, Al-Ghazali menjadi imam dan khatib di Masjid Al-'Atabah Al-Khadlra'. Setelah itu beliau menerima banyak jabatan yang secara berurutan sebagai berikut: Dewan Pengawas Masjid, Dewan Penasihat Al-Azhar, Wakil Dewan Urusan Masjid, Pengarah Urusan Masjid, Pengarah Pelatihan, Pengarah Dakwah wal Irsyad (Dakwah dan Penyiasatan). &lt;br /&gt;Pada tahun 1949, Al-Ghazali meringkuk dalam penjara Ath-Thur selama satu tahun dan penjara Tharah tahun 1965 selama beberapa tahun. Pada tahun 1971, beliau menjadi dosen tamu di Universitas Ummul Qura, Makkah Al-Mukarramah. Pada tahun 1981, beliau dicalonkan sebagai Wakil Menteri, kemudian memegang jabatan Ketua Dewan Keilmuan Universitas Al-Amir Abdul Qadir Al-Jazaairi Al-Islamiyah di Aljazair selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Al-Ghazali dengan Hasan Al-Banna &lt;br /&gt;Awal pertemuan Al-Ghazali dengan Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna diceritakan olehnya sebagai berikut: "Perkenalan itu bermula ketika saya belajar di Sekolah Menengah (SMU) Iskandariah. Ketika itu, saya mempunyai kebiasaan beriktikaf di Masjid Abdurrahman bin Harmuz, di daerah Ra'sut Tin selepas shalat Maghrib, untuk mengkaji ulang pelajaran. &lt;br /&gt;Pada suatu petang, Imam Al-Banna menyampaikan nasihat ringkas mengenai penjelasan hadits 'Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah setiap perbuatan buruk dengan perbuatan baik, tentu yang baik akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.’&lt;br /&gt;Kata-katanya sangat berkesan dan secara langsung menembus ke hati yang paling dalam. Setelah mendengar nasihat itu, hatiku tertambat kepadanya. Saya tertarik kepada sikap dan peribadinya. &lt;br /&gt;Sejak itu, hubunganku dengannya terjalin erat. Saya senantiasa bersamanya selepas shalat Isya', di dalam majlis yang terdiri dari tokoh-tokoh dakwah. Selanjutnya, saya meneruskan aktivitas dalam perjuangan Islam bersama dai besar ini, hingga beliau syahid tahun 1949.”&lt;br /&gt;Satu hal yang paling berkesan bagi Al-Ghazali ialah ketika menerima surat dari Imam Al-Banna, padahal ketika itu beliau masih muda belia pada tahun 1945. Surat Imam Al-Banna tersebut berbunyi, &lt;br /&gt;"Saudaraku yang mulia, Al-Ghazali... Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Saya sudah membaca makalah Anda yang bertema Al-Ikhwanul Muslimun wal Ahzab dalam edisi akhir majalah Ikhwanul Muslimun. Saya sangat kagum dengan ungkapan makalah tersebut yang ringkas, maknanya yang cermat, dan adabnya yang sopan. Seperti inilah hendaknya kalian menulis, wahai Ikhwan! Menulislah dengan dorongan hati yang tulus. Semoga Allah Ta'ala selalu bersamamu. Wassalamu 'alaikum warahmatullah wa barakatuh. Hasan Al-Banna."&lt;br /&gt;Rasa kagumnya kepada Imam Hasan Al-Banna diungkapkannya dalam mukadimah buku Dusturul Wihdah Ats-Tsaqafiyah Lil Muslimin sebagai berikut, "Inspirasi dan tema buku ini berasal dari Imam Hasan Al-Banna; pembaharu abad ke-14 Hijriyah. Beliau telah meletakkan prinsip yang dapat menyatukan umat, memperjelaskan tujuan yang samar, mengembalikan kaum muslimin kepada Al-Qur'an dan As-Sunah, serta menyingkirkan penyimpangan dan sikap beristirahat, dengan halus dan cermat, sehingga kelemahan dan kemalasan tidak terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-Sifat Al-Ghazali&lt;br /&gt;Al-Ghazali dikenal sebagai seorang dai yang cerdik, memiliki semangat berkobar-kobar, keimanan yang mendalam, hati yang lembut, tekad yang teguh, lincah, ungkapan-ungkapan yang indah sastranya, mengagumkan, seorang yang fleksibel, dan pemurah. Ini semua diketahui oleh setiap orang yang pernah bergaul bersamanya, menyertainya atau bertemu dengannya.&lt;br /&gt;Beliau tidak menyukai sikap memaksa diri (takalluf), benci terhadap kesombongan dan sikap berlagak, aktif mengikuti perkembangan sosial dengan segala persoalannya, turut serta dalam menyelesaikan masalah umat, mengungkapkan hakikat, dan mengingatkan umat tentang bencana yang ditimbulkan oleh syaitan-syaitan manusia dan jin; baik dari Barat maupun Timur.&lt;br /&gt;"Syaikh Al-Ghazali merupakan salah seorang dari tokoh-tokoh Islam masa kini. Beliau merupakan dai yang tiada bandingnya di dunia Islam ketika ini. Beliau merupakan seorang yang genius dan keindahan katanya amat menawan hati, hingga saya dapat menghafal beberapa ungkapan, bahkan beberapa lembar tulisannya, lalu mengulangi sesuai dengan teks aslinya dalam beberapa ceramah," demikian komentar Dr. Yusuf Al-Qaradhawi di dalam bukunya Asy-Syaikh Al-Ghazali Kama Araftuhu (Syaikh Al-Ghazali yang Saya Kenal).&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menambahkan, "Mungkin Anda berbeda pandangan dengan Al-Ghazali, atau beliau berbeda pendapat dengan Anda dalam masalah-masalah kecil maupun besar, sedikit atau banyak masalah. Tetapi, apabila Anda mengenalinya dengan baik, Anda pasti akan mencintai dan menghormatinya. Kerana Anda tahu keikhlasan dan ketundukannya kepada kebenaran, keistiqomahan orientasi, dan ghirahnya yang murni untuk Islam.”&lt;br /&gt;Syaikh Al-Azhar, Dr. Abdul Halim Hamid Mahmud, mengakui kemuliaan dan membanggakan Al-Ghazali dengan mengatakan, "Kita punya Al-Ghazali yang masih hidup dan Al-Ghazali penyusun kitab Al-Ihya'." (yaitu Muhammad Al-Ghazali dan Imam Al-Ghazali penyusun buku Ihya` Ulumud Din.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Rahmatullah&lt;br /&gt;Al-Ghazali wafat di Riyadh, Arab Saudi, tanggal 9 May 1996. Jenazahnya dipindahkan ke Madinah Al-Munawwarah, untuk dimakamkan di Al-Baqi'. &lt;br /&gt;Al-Ghazali mewariskan lebih dari enam puluh buku dalam berbagai tema, termasuk ceramah, seminar, khutbah, nasihat, kajian, dan dialog yang disampaikan di Mesir maupun di luar Mesir. Buku-bukunya, seperti Aqidatul Muslim, Fiqhus Sirah, banyak yang telah dicetak ulang, dan sebagian besar diterjemahkan ke beberapa bahasa, yakni bahasa Inggris, Turki, Perancis, Urdu, Indonesia, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Khutbah yang beliau sampaikan mempunyai makna dan pengaruh yang sangat besar, sehingga banyak aktivis muda Islam memperoleh manfaat dari ilmu, keberanian, keterusterangan, kejujuran, dan kejelasan sikap Al-Ghazali. Kadernya yang terbina melalui khutbah, kajian, ceramah, seminar, buku, makalah, pertemuan, dan muktamar yang mencapai ribuan di penjuru dunia Islam, setia pada dakwah Islam, mengibarkan bendera Islam, dan menyebarkan ke berbagai penjuru untuk menyampaikan ajaran Islam, menuntun umat kepada kebaikan, keuntungan, kejayaaan, dan kemenangan. Di antara murid Al-Ghazali, ada yang menjadi ulama besar, di antaranya Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Syaikh Manna' Qathan, Dr. Ahmad Assal, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT merahmati syaikh kita yang mulia, Muhammad Al-Ghazali, memberi balasan yang baik karena jasa-jasanya kepada kaum muslimin. Semoga Allah SWT mengumpulkan kita dan dia bersama para nabi, shiddiqin, dan para syuhada. Merekalah sebaik-baik teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari buku:&lt;br /&gt;Mereka Yang Telah Pergi,&lt;br /&gt;Al-Mustasyar Abdullah Al-Aqil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-3922759758852906843?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/3922759758852906843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=3922759758852906843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3922759758852906843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/3922759758852906843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/al-ghazali-siapakah-dia.html' title='Al-Ghazali: Siapakah dia?'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-2983428912516834461</id><published>2007-07-17T14:00:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T14:29:59.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><title type='text'>WiMAX: Dunia Semakin Tak Berbatas</title><content type='html'>Kemunculan teknologi Wi-Fi (Wireless Fidelity) beberapa waktu yang lalu dirasa telah mampu menjawab kebutuhan akan akses Internet nirkabel. Namun dibalik segala kelebihannya, ternyata teknologi ini belum begitu mendukung aspek mobilitas para penggunanya. Pasalnya, layanan Wi-Fi hanya mampu memancarkan gelombang yang berkisar antara 30 sampai 40 meter. Selain itu aksesnya pun dirasa masih kurang cepat. Alhasil, tuntutan akan teknologi yang lebih canggih semakin menjadi kebutuhan. Menjawab hal tersebut, belum lama ini para teknokrat bidang telekomunikasi memperkenalkan sebuah teknologi baru yang dikenal dengan sebutan WiMAX sebagai solusi atas keterbatasan Wi-Fi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;WiMAX merupakan akronim dari Worldwide Interoperability for Microwave Access. Perbedaan antara WiMAX dan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Wi-Fi merupakan gabungan antara standar IEEE 802.11 dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan gabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN (Metropolitan Area Network).&lt;br /&gt;WiMAX ini pada awalnya mempunyai standar teknis 802.16 kemudian diperbarui menjadi 802.16a dan 802.16e. Standar 802.16a merupakan langkah lanjutan dari Wi-Fi untuk akses broadband nirkabel, baik pada perangkat diam, maupun media bergerak dalam Wide Area Network (WAN). Sedangkan standar 802.16e digunakan untuk mendukung mobilitas yang lebih luas. Standar ini khusus dirancang untuk akses nirkabel berkecepatan tinggi atau BWA (Broadband Wireless Access) yang memiliki transfer rate 75 Mbps. Dengan kecepatan tersebut pengguna dapat mengakses banyak hal, tidak hanya sekadar teks dan foto saja, tapi juga men-download film atau musik tanpa harus bosan karena menunggu terlalu lama. Selain itu, secara teori WiMAX juga mempunyai kemampuan bandwidth lebih besar dari teknologi 3G, dan memungkinkan untuk berkembang menjadi basis teknologi 4G (generasi ke-4).&lt;br /&gt;Dalam pengoperasiannya, WiMAX hanya menggunakan dua perangkat utama. Bila pada Wi-Fi, Access Point digunakan sebagai source, pada WiMAX menggunakan antena yang disebut WiMAX tower, sehingga cakupannya pun semakin luas, bisa mencapai 50 kilometer. Perangkat yang kedua adalah WiMAX receiver. Alat ini digunakan untuk menerima sinyal yang berasal dari WiMAX tower. WiMAX receiver dapat berupa PCI card, PCMCIA card, atau mungkin sebuah notebook yang sudah dilengkapi fasilitas WiMAX secara built-in, seperti halnya notebook masa kini yang sudah built-in fasilitas Wi-Fi.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan Wi-Fi, WiMAX juga bekerja pada gelombang frekuensi rendah, yaitu antara 2 GHz dan 11 GHz. Pada rentang frekuensi ini tidak mudah terganggu dengan benda-benda yang mungkin bisa menghalangi jalur data (bersifat non line of sight), sehingga merupakan pilihan yang tepat sebagai media penghantar jarak jauh.&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang diperoleh dari implementasi teknologi WiMAX. Keuntungan ini dapat dirasakan mulai dari produsen mikroelektronik, para operator telekomunikasi, sampai para pengguna langsung. Para produsen mikroelektronik akan mempunyai proyek baru dengan membuat chip-chip yang lebih general yang dapat dipakai oleh banyak produsen perangkat wireless untuk membuat perangkat BWA-nya. Para produsen wireless tidak perlu membangun solusi end-to-end bagi penggunanya karena sudah tersedia standar yang pasti. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena cakupan areanya lebih luas. Pasarnya pun lebih luas, karena dapat mengisi ’celah broadband’ yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi cable dan DSL (Digital Subscriber Line).&lt;br /&gt;Sementara bagi para pengguna langsung, mereka akan memiliki banyak pilihan dalam berInternet. Disamping itu, teknologi WiMAX ini juga memiliki fasilitas Quality of Service (QoS). Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang terdapat pada data link layer yang connection-oriented, memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi dalam bentuk audio maupun visual. WiMAX ini ide awalnya memang dibuat untuk melayani penggunanya, baik dengan antena tetap (fixed wireless) maupun yang mobile atau berpindah-pindah tempat.&lt;br /&gt;Kurangnya infrastruktur kabel di Indonesia memungkinkan WiMAX menjadi salah satu pilihan solusi yang akan banyak digunakan, karena memang memiliki kualitas lebih baik dan bandwidth yang lebih lebar dari Wi-Fi. Diperkirakan penggunaan WiMAX pada tahun pertama baru sebatas infrastruktur, misalnya dari ISP (Internet Service Provider) ke base-station. Sedangkan pelanggan kecil dan rumahan akan sedikit kesulitan dalam mengadakan peralatan ini karena harganya belum semurah Wi-Fi. Banyak pula yang memperkirakan, tidak semua ISP di Indonesia akan menggunakan layanan WiMAX, karena frekuensi yang digunakan bukan lagi frekuensi bebas seperti pada Wi-Fi, tetapi diperlukan adanya ijin penggunaan frekuensi tersebut. Pemerintah sebagai pihak penentu kebijakan publik tentu harus segera menetapkan frekuensi mana yang akan digunakan untuk penyelenggaraan WiMAX ini. Di luar negeri, misalnya di USA, telah ditetapkan menggunakan frekuensi 2,5 GHz,  sedangkan di Eropa menggunakan frekuensi 3,5 GHz. Sejauh ini, pemerintah Indonesia telah memilih frekuensi 2,5 GHz untuk WiMAX, yang semula digunakan oleh TV Satelite Indovision.&lt;br /&gt;Pada perkembangannya, WiMAX akan menjadi media last-mile, ketika pengguna WiMAX sudah cukup banyak. Namun, untuk penggunaan indoor barangkali Wi-Fi masih akan memegang peranan penting, karena di beberapa peralatan seperti laptop, smartphone maupun PDA (Personal Digital Assistant) sudah terlanjur menggunakan Wi-Fi dan dirasa sudah cukup stabil.&lt;br /&gt;Nah, tentu kita berharap dalam waktu dekat segera dapat merasakan layanan WiMAX yang serba canggih dan handal ini, paling tidak untuk tahun depan. Jangan sampai kita kalah cepat di banding negara tetangga dalam mengembangkan layanan ini. Pertanyaannya, mengapa harus menunggu lama untuk lebih cepat maju jika kita mampu memulainya sejak dini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-2983428912516834461?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/2983428912516834461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=2983428912516834461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2983428912516834461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/2983428912516834461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/wimax-dunia-semakin-tak-berbatas_17.html' title='WiMAX: Dunia Semakin Tak Berbatas'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-6649309590296558817</id><published>2007-07-17T13:31:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T13:51:35.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Keberagamaan Sejati</title><content type='html'>Dalam beberapa Matsnawi, Jalaluddin Rumi bercerita: Dahulu, ada seorang muadzin bersuara jelek di sebuah negeri kafir. Ia memanggil orang untuk salat. Banyak orang memberi nasihat kepadanya: “Janganlah kamu memanggil orang untuk salat. Kita tinggal di negeri yang mayoritas bukan beragama Islam. Bukan tidak mungkin suara kamu akan menyebabkan terjadinya kerusuhan dan pertengkaran antara kita dengan orang-orang kafir”. Tetapi muadzin itu menolak nasihat banyak orang. Ia merasa bahagia dengan melantunkan adzannya yang tidak bagus itu di negeri orang kafir. Ia merasa mendapat kehormatan untuk memanggil salat di satu negeri di mana orang tak pernah salat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang-orang Islam mengkuatirkan dampak adzan dia yang kurang baik, seorang kafir datang kepada mereka suatu pagi. Dia membawa jubah, lilin dan manis-manisan. Orang kafir itu mendatangi jemaah kaum muslimin dengan sikap yang bersahabat. Berulang-ulang dia bertanya, “Katakan kepadaku di mana sang muadzin itu? Tunjukkan padaku siapa muadzin yang suaranya dan teriakannya selalu menambah kebahagiaan hatiku ?”. “Kebahagiaan apa yang kamu peroleh dari suara muadzin yang jelek itu?”, seorang muslim bertanya.&lt;br /&gt;Lalu orang kafir itu bercerita, “Suara muadzin itu menembus ke gereja, tempat kami tinggal. Aku mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik dan berakhlaq mulia. Ia berkeinginan sekali untuk menikahi seorang mukmin yang sejati. Ia mempelajari agama dan tampaknya tertarik untuk masuk Islam. Kecintaan kepada iman sudah tumbuh dalam hatinya. Aku tersiksa, gelisah dan terus menerus dilanda kerisauan memikirkan anak gadisku itu. Aku kuatir dia masuk Islam. Dan aku tahu tidak ada obat yang dapat menyembuhkan dia. Sampai satu saat anak perempuanku mendengar suara adzan itu. Ia bertanya, “Apa suara yang tidak enak ini ? Suara ini mengganggu telingaku. Belum pernah dalam hidupku aku mendengar suara sejelek itu di tempat-tempat ibadah atau gereja”. Saudara perempuannya menjawab, “Suara itu namanya adzan. Panggilan untuk beribadah bagi orang-orang Islam. Adzan adalah ucapan utama dari seorang yang beriman”. Ia hampir tidak mempercayainya. Dia bertanya kepadaku. “Bapak, apakah betul suara yang jelek itu adalah suara untuk memanggil orang sembahyang ?”. Ketika ia sudah diyakinkan bahwa betul suara itu adalah suara adzan wajahnya berubah pucat pasi. Dalam hatinya tersimpan kebencian kepada Islam. Begitu aku menyaksikan perubahan itu, aku merasa dilepaskan dari segala kecemasan dan penderitaan. Tadi malam aku tidur dengan nyenyak. Dan kenikmatan serta kesenangan yang kuperoleh tidak lain karena suara adzan yang dikumandangkan muadzin itu”.&lt;br /&gt;Orang kafir itu melanjutkan, “Betapa besar rasa terima kasih saya padanya. Bawalah saya kepada muadzin itu. Aku akan memberikan seluruh hadiah ini”. Ketika orang kafir itu bertemu dengan si muadzin itu, ia berkata “Terimalah hadiah ini karena kau telah menjadi pelindung dan juru selamatku. Berkat kebaikan yang telah kau lakukan, kini aku terlepas dari penderitaan. Sekiranya aku memiliki kekayaan dan harta benda yang banyak akan kuisi mulutmu dengan emas”.&lt;br /&gt;Jalaluddin Rumi mengajarkan kepada kita sebuah cerita yang berisi parodi atau sebuah sindiran yang sangat halus. Adzan yang dilantunkan dengan buruk dapat menghalangi orang untuk masuk Islam. Dari cerita di atas kita tahu keberagamaan yang dimaksudkan untuk membawa orang kepada agama berubah menjadi sesuatu yang menghalangi orang untuk memasuki agama.&lt;br /&gt;Dengarlah nasehat Jalaluddin Rumi setelah ia bercerita tentang itu. “Keimanan kamu wahai muslim, hanyalah kemunafikan dan kepalsuan. Seperti ajakan tentang adzan itu, yang alih-alih membawa orang kejalan yang lurus, malah mencegah orang dari jalan kebenaran. Betapa banyak penyesalan masuk ke dalam hatiku dan betapa banyaknya kekaguman karena iman dan ketulusan Bayazid al-Bustami. (Bayazid al-Bustami adalah seorang tokoh sufi yang merintis jalan kesucian an memberikan kepada Tuhan seluruh ketulusan imannya. –red)&lt;br /&gt;Dengan itu sebetulnya Rumi ingin membedakan adanya dua macam keberagamaan atau dua macam kesalehan. Kesalehan yang pertama adalah kesalehan polesan. Orang meletakkan nilai pada segi-segi lahiriah. Orang meletakkan kemuliaan pada pelaksanaan secara harfiah terhadap teks-teks syariat. Seperti orang yang beradzan (tersebut di atas. –red), ia merasa adzannya betul-betul melaksanakan perintah agama. Karena adzan itu, seperti disebutkan dalam hadits, adalah satu kewajiban yang mulia. Dengan berpegang pada teks-teks itu, maka orang berlomba-lomba untuk melakukan adzan. Tetapi karena yang mereka ambil hanya bungkusnya dan melupakan hakikatnya, yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dimaksudkan. Adzan yang dimaksudkan untuk memanggil orang untuk salat tetapi dalam cerita di atas, adzan telah berubah menjadi suatu alat untuk menjauhkan orang dari salat. Adzan tidak lagi menyeru orang untuk beribadat tapi adzan telah menjauhkan orang dari ibadat kepada Allah Swt. Itulah keberagamaan jenis pertama, keberagamaan muadzin bersuara buruk. Keberagamaan seseorang yang berpegang teguh kepada teks-teks syariat lalu melupakan maksud yang sebenarnya dari ajaran agama.&lt;br /&gt;Keberagamaan yang kedua, adalah keberagamaan Bayazid al-Bustami. Keberagaam ini menekankan pentingnya memelihara lahiriah agama dengan tidak melupakan segi-segi batiniah dan tujuan-tujuan keberagamaan itu. Inilah keimanan yang tulus seperti keimanan Bayazid al-Bustami. Tentang Bayazid, Rumi menulis puisi:&lt;br /&gt;Setetes saja dari iman Bayazid masuk ke dalam lautan&lt;br /&gt;Seluruh lautan akan tenggelam dalam tetesan iman&lt;br /&gt;Jika sepercik api dari keimanan Bayazid jatuh di tengah hutan&lt;br /&gt;Seluruh hutan akan hilang karena percikan iman&lt;br /&gt;Sebuah bintang muncul dalam diri Muhammad&lt;br /&gt;Sehingga seluruh kepercayaan Majusi dan Yahudi menjadi punah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Rumi mengingatkan kepada kita bahwa keberagamaan yang tulus, betapapun kecilnya, mampu mengubah dunia. Dan keberagamaan yang tidak tulus, betapapun besarnya, tidak berdampak apa-apa, kecuali hanya menjauhkan orang dari ajaran Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Kita memerlukan Islam yang tampil dengan wajah yang ramah. Keterikatan pada bentuk-bentuk lahiriah yang terlalu setia dengan mengabaikan inti dari ajaran Islam, bisa jadi akan menghambat ajakan kita pada orang-orang untuk kembali kepada Islam. Bukankah kita sering menemukan orang-orang yang berdakwah dan memanggil orang kepada Islam, tetapi yang mereka teriakkan adalah hal-hal yang membuat orang makin menjauh dari Islam. Orang-orang yang datang untuk mencari ilmu dalam sebuah majelis taklim, disirami mereka dengan kecaman dan ejekan dengan suara-suara keras yang menjauhkan kecintaan mereka kepada agama.&lt;br /&gt;Yang kita perlukan sekarang adalah suatu keberagamaan yang tulus, betapapun kecilnya. Yang kita perlukan sekarang adalah satu tetes saja dari keimanan Bayazid al-Bustami. Satu tetes yang tulus yang membawa orang kembali kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;Marilah kita berusaha untuk mencari rahasia dari setiap ibadat yang kita lakukan. Tulisan ini saya akhiri dengan catatan singkat: Keimanan yang sebenarnya adalah keimanan yang dapat menarik semua orang ke haribaan Islam. Apapun bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari buku:&lt;br /&gt;Meraih Cinta Ilahi Pencerahan Sufistik,&lt;br /&gt;Jalaluddin Rakhmat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-6649309590296558817?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/6649309590296558817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=6649309590296558817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/6649309590296558817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/6649309590296558817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/keberagamaan-sejati.html' title='Keberagamaan Sejati'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-1990189425928603476</id><published>2007-07-17T13:19:00.000+07:00</published><updated>2007-08-08T16:00:51.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>Sajak Alquran</title><content type='html'>Kebesaran Al-Qur’an dan keagungannya&lt;br /&gt;Kebesarannya dikagumi, ditakjubi&lt;br /&gt;Bahasanya mudah, tetapi indah&lt;br /&gt;Susunan ayatnya bukan syair,&lt;br /&gt;Bukan sajak dan bukan gurindam&lt;br /&gt;Bukan novel dan bukan cerpen&lt;br /&gt;Ada cerita membawa berita&lt;br /&gt;Bukan falsafah, ada falsafah&lt;br /&gt;Ada hukum, ada panduan&lt;br /&gt;Ada perintah, ada tegahan&lt;br /&gt;Ada hiburan, ada ingatan&lt;br /&gt;Dalam cerita ada hukum, dalam hukum ada cerita&lt;br /&gt;Ada perbandingan, ada pula perumpamaan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di dalamnya membuka segala rahasia&lt;br /&gt;Akherat-Nya dunia-Nya&lt;br /&gt;Jasmaninya rohaninya&lt;br /&gt;Mukminnya, kafirnya pun munafiknya&lt;br /&gt;Watak-watak manusia, jin dan malaikatnya&lt;br /&gt;Peristiwanya sudah terjadi dan akan terjadi&lt;br /&gt;Ramalannya berlaku, janjinya terjadi&lt;br /&gt;Ilmunya di dalam ilmu, hikmahnya di dalam hikmah&lt;br /&gt;Bahasanya mudah, sukar ditiru&lt;br /&gt;Bacaanya tidak jemu, menatapinya kekuatan jiwa&lt;br /&gt;Mengobati hati, menajamkan mental&lt;br /&gt;Petunjuknya kedamaian, keselamatan, keharmonisan&lt;br /&gt;Membersihkan kemungkaran, pendzoliman dan penindasan&lt;br /&gt;Hukumannya berhikmah,&lt;br /&gt;Mengamalkannya melahirkan tamaddun dan kebudayaan&lt;br /&gt;Bahasanya, Susunannya,&lt;br /&gt;Isinya, dikagumi oleh ahli bahasa&lt;br /&gt;Ditakjubi oleh para sastrawan&lt;br /&gt;Dianggap pelik oleh filosof&lt;br /&gt;Dianggap sihir di zaman jahiliyah&lt;br /&gt;Mencabar cerdik pandai&lt;br /&gt;Mereka tercabar, tidak dapat mencabar&lt;br /&gt;Beberapa kali dicoba oleh musuhnya, dikesan jua akhirnya&lt;br /&gt;Pusaka abadi, mukjizat Nabi&lt;br /&gt;Khotamul anbiya’ wal mursalin . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari : Album ‘Syakaratul maut’.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-1990189425928603476?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/1990189425928603476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=1990189425928603476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1990189425928603476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/1990189425928603476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/sajak-alquran.html' title='Sajak Alquran'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-4270038138766557032</id><published>2007-07-12T17:30:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T14:32:13.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><title type='text'>Hotspot:  Surga bagi Penjelajah Dunia Maya</title><content type='html'>Saat ini sejumlah tempat di Yogyakarta sudah menjadi area publik yang memiliki fasilitas hotspot. Keberadaan ”hotspot” ini mampu memunculkan semangat baru bagi para pengguna teknologi Internet, terutama para maniak petualang dunia maya. Mulai dari sekadar eforia ingin merasakan fasilitas baru ini, hingga memang benar-benar untuk kebutuhan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya jumlah tempat-tempat umum di Yogyakarta yang menawarkan fasilitas hotspot, antara lain karena pertimbangan pemasaran. Dengan adanya fasilitas hotspot, berarti pelanggan mereka dapat dengan leluasa mengakses Internet, dan ini adalah nlai tambah bisnis mereka. Layanan yang ditawarkan oleh masing-masing hotspot pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis seperti halnya di Executive Lounge Bandara, ada yang mengharuskan pemakainya untuk menjadi pelanggan salah satu Internet Service Provider (ISP) yang menawarkan fasilitas hotspot, dan ada juga yang menawarkan dengan model kartu pra-bayar.&lt;br /&gt;Di Universitas Gadjah Mada (UGM), universitas terbesar dan tertua di Indonesia,  beberapa areanya kini juga telah terpasang hotspot. Pemandangan mahasiswa yang sedang asyik masyuk dengan notebook-nya pun bertebaran di mana-mana. Di kelas, koridor, perpustakaan, halaman kampus, bahkan juga di kantin. Mulai dari sekadar membaca-baca berita terbaru, membuka-buka e-mail, surfing, chatting, hingga men-download data untuk tugas-tugas kuliah. Dengan fasilitas hotspot gratis ini, para mahasiswa bisa menggunakan Internet kapan saja dan di mana saja selama masih di area kampus. Aktivitas di dunia maya ini biasanya mereka lakukan untuk memanfaatkan waktu jeda setelah mengikuti kegiatan perkuliahan, atau sembari menunggu dosen, atau hanya sekadar untuk fun berkumpul bersama teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya "hotspot" itu?&lt;br /&gt;Sebenarnya, banyak orang belum paham benar dengan istilah teknologi yang satu ini. Hotspot adalah suatu area di mana Internet dapat diakses tanpa kabel dengan perangkat berteknologi Wi-Fi (Wireless Fidelity). Hal ini dimungkinkan karena pada lokasi tersebut telah terpasang sebuah perangkat Wi-Fi Access Point. Perangkat tersebut memancarkan gelombang radio, yang akan ditangkap oleh laptop, handphone atau personal digital assistance (PDA) milik pengguna yang telah dilengkapi dengan teknologi Wi-fi. Dengan demikian, akses internet nirkabel (wireless) ini dapat dinikmati. &lt;br /&gt;Wi-Fi adalah koneksi tanpa kabel dengan menggunakan teknologi gelombang radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan mudah. Salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat sekalipun. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses Internet, tetapi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “kebebasan”, di mana penggunanya dapat mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan cafe-cafe yang berlabel “Wi-Fi Hotspot”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan Hotspot&lt;br /&gt;Apakah tersedianya fasilitas hotspot sejauh ini berhasil mengakomodasi kebutuhan penggunanya, khususnya para penikmat Internet di Yogyakarta? Tentu saja jawabannya tergantung dari kepentingan si pengguna layanan itu sendiri. Hotspot dengan Wi-Fi-nya memang hanya salah satu pilihan teknologi untuk beraktivitas secara nirkabel. Manfaat yang paling bisa dirasakan dari hotspot barangkali saat ini baru kecepatannya. Misalnya, untuk men-download data berkapasitas besar bisa dilakukan dengan cukup cepat. &lt;br /&gt;Sejauh ini, sebagian besar hotspot di Yogyakarta memang baru dapat diakses di area publik dalam ruang, seperti di cafe-cafe, mal-mal besar dan hotel-hotel besar saja. Hal ini dirasa para penggunanya belum begitu mendukung aspek mobilitas mereka. Belum lagi terkadang muncul masalah lain, semisal tidak mudahnya prosedur setting untuk mengaktifkan koneksi nirkabelnya, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa fenomena hotspot di area publik mungkin sejauh ini baru sekadar untuk mendukung gaya hidup sebagian orang. Apalagi, lokasi hotspot di area publik pun memang baru berada di sejumlah wilayah tertentu yang kental dengan suasana elitis bagi komunitas yang mengedepankan gaya hidup serba high-tech. &lt;br /&gt;Terlepas dari beragam pendapat tersebut, pemerintah sebagai pihak penentu kebijakan publik, seyogyanya menyikapi fenomena mewabahnya hotspot ini secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi yang menjadi wadah operasional teknologi hotspot ini tidak bebas dari keterbatasan. Pengguna dalam suatu area baru bisa memanfaatkan sistem internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas. Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelajah Hotspot di Yogyakarta&lt;br /&gt;Di Yogyakarta, selain di UGM, beberapa tempat yang telah terlingkupi hotspot antara lain di kampus UPN, UII, Amikom, Akakom, dan beberapa kampus lain. Untuk area di luar kampus misalnya di Hotel Mataran, dekat Stasiun Tugu, Soda Lounge, Jln. Solo, It’s Coffee, di Timoho, Galeria, Kedai Kopi Espresso Bar dan Dixie Easy Dining di Gejayan, The Gate Cafe, di Jl. Mayjen Sutoyo, dan masih banyak lagi tempat lainnya.&lt;br /&gt;Kini kita bisa berlama-lama di cafe-cafe ”hotspot” tersebut dengan hanya menyeruput secangkir cappucino panas atau segelas lemon tea, dan akan terasa lebih nikmat jika ditemani seperangkat notebook berteknologi Wi-Fi. Sayangnya, saat ini belum kita jumpai ada warung tenda di area hotspot UGM yang memasang spanduk bertuliskan "Jual Pecel Lele plus Gratis akses Internet 24 jam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-4270038138766557032?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/4270038138766557032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=4270038138766557032' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/4270038138766557032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/4270038138766557032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2007/07/wimax-dunia-semakin-tak-berbatas.html' title='Hotspot:  Surga bagi Penjelajah Dunia Maya'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25915612.post-114481017601284286</id><published>2006-04-12T09:47:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T10:24:21.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Belief'/><title type='text'>First Post: Just to Say Hello World</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Batu Besar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. &lt;br /&gt;Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." &lt;br /&gt;Kemudian ia mengeluarkan sebuah toples kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi toples tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam toples. &lt;br /&gt;Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah toples ini telah penuh?" &lt;br /&gt;Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!" &lt;br /&gt;Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" &lt;br /&gt;Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples lalu mengocok-ngocok toples itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. &lt;br /&gt;Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, "Nah, apakah sekarang toples ini sudah penuh?" &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak." &lt;br /&gt;"Benar sekali," sahut dosen. &lt;br /&gt;Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam toples. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. &lt;br /&gt;Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang toples ini sudah penuh?" &lt;br /&gt;"Belum!" sahut seluruh kelas. &lt;br /&gt;Sekali lagi ia berkata, "Benar. Benar sekali." &lt;br /&gt;Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam toples sampai ke bibir toples. &lt;br /&gt;Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?" &lt;br /&gt;Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya." &lt;br /&gt;"Oh, bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: &lt;br /&gt;Bila anda tidak memasukkan batu-batu besar itu terlebih dahulu, maka anda tidak akan pernah bisa memasukkannya sama sekali." &lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? &lt;br /&gt;• Anak-anak anda &lt;br /&gt;• Pasangan anda &lt;br /&gt;• Pendidikan anda &lt;br /&gt;• Hal-hal yang penting dalam hidup anda &lt;br /&gt;• Mengajarkan sesuatu pada orang lain &lt;br /&gt;• Melakukan pekerjaan yang kau cintai &lt;br /&gt;• Waktu untuk diri sendiri &lt;br /&gt;• Kesehatan anda &lt;br /&gt;• Teman anda &lt;br /&gt;Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri: "Apakah 'Batu Besar' dalam hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali. &lt;br /&gt;NIAT BAIK JANGAN DITUNDA.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25915612-114481017601284286?l=riezqa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riezqa.blogspot.com/feeds/114481017601284286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25915612&amp;postID=114481017601284286' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/114481017601284286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25915612/posts/default/114481017601284286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riezqa.blogspot.com/2006/04/fatkhur-riezqa.html' title='First Post: Just to Say Hello World'/><author><name>Fatkhur Riezqa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15882999425880871970</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
